Takut Mantan Suami, Jane Shalimar Dikawal Ketat

Kompas.com - 15/03/2010, 18:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penganiayaan yang dialami oleh artis Jane Shalimar, yang diakuinya dilakukan oleh orang suruhan mantan suaminya untuk merebut kembali anaknya, Zarno, membuat Jane menggunakan jasa pengawalan.

 

Kata Jane, sejak peristiwa orang suruhan mantan suaminya, Vebryanto Indra Kusuma Jahja, bermaksud merebut Zarno dari Jane, Zarno jadi takut. "Dia jadi enggak mau ditinggal sendiri. Kalau aku shooting, dia selalu ikut, nemenin terus. Sekarang lebih protect," cerita Jane ketika ditemui di Hard Rock Cafe Jakarta, Senin (15/3/2010).

 

Perebutan anak yang menjadikan Jane korban penganiayaan itu membuatnya  merasa membutuhkan pengawalan demi keamanan diri dan anaknya. "Penjagaan dia ketat, di rumah atau di sekolah. Ada dua orang polisi, dan satu orang dari Sandy Arifin (kuasa hukumnya). Penjagaan itu atas permintaanku. Polisi itu memang memberi pengawalan khusus buat aku dan Zarno," akunya. "Kalau ke tempat umum, aku berani bawa, karena enggak mungkin Vebry mengambil Zarno. Seberani apa dia ingin mengambil Zarno," lanjutnya. 

 

Namun, sejauh ini, diakui oleh Jane, ia belum ingin mencari sosok ayah baru untuk Zarno. "Belum, karena belum memikirkan untuk itu, karena Zarno masih trauma. Sekarang masih single aja. Bagi waktu dengan anak juga penting. Aku konsentrasi ke Zarno. Takutnya, dengan pacar aku enggak bisa bagi waktu, takut Zarno cemburu juga," tuturnya.

 

Kalaupun ada seorang pria yang mendekatinya, Jane menginginkan lelaki itu bisa menerima dirinya apa adanya. "Aku enggak mencari sosok seorang pria yang hanya menginginkan diriku saja, tapi juga mau menerima Zarno, menjadi ayah yang baik buat Zarno. Pokoknya, sekarang temanku banyak. Tapi, aku belum mendapat orang yang tepat. Tapi, kalau ada yang mau serius ke aku, kenapa tidak," ujarnya. (C9-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau