Jumlah Pelanggan Warnet "Dulmatin" Melorot

Kompas.com - 16/03/2010, 15:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua hari beroperasi normal, Warung Internet (Warnet) Multiplus di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, mulai dikunjungi beberapa pelanggan.

Lokasi gembong teroris Dulmatin ditembak mati oleh pasukan Densus 88 itu dibuka untuk umum sejak Senin (15/3/2010). Namun sejak dibuka pelanggan yang datang justru agak turun dibandingkan sebelum kejadian penggerebekan teroris dilakukan ditempat tersebut pekan lalu.

"Yah agak turun. Kan baru buka Senin. Mungkin besok-besok baru ramai," kata Hamdan salah seorang karyawan Multiplus tersebut.

Meski demikian dia mengatakan warnet tersebut jadi terkenal. Selain pelanggan, ada juga warga yang sengaja masuk hanya sekadar ingin melihat dari dekat tempat duduk dimana Dulmatin ditembak.

Seperti diketahui, Dulmatin ditembak di lantai 2 warnet tersebut saat sedang mengoperasikan komputer di meja nomor 9. "Komputer yang dipakai (Dulmatin) sudah diganti," kata Hamdan.

Bekas penembakan Dulmatin di warnet tersebut juga sudah tak tampak lagi seperti bercak darah dan sebagainya. "Kami gotong-royong membersihkannya, " kata Hamdan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau