Banyak Perusahaan Sawit Tak Punya Hak Guna Usaha

Kompas.com - 16/03/2010, 16:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga swadaya masyarakat Sawit Watch menilai, masih banyak perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia tidak memiliki hak guna usaha (HGU) atau hanya memiliki ijin lokasi. Akibatnya, pemerintah tidak dapat memungut pajak dari perusahaan-perusahaan itu.

"Banyak perusahaan tidak mempunyai HGU untuk menghindari pajak," ucap Direktur Eksekutif Sawit Watch, Abetnego Tarigan, di Jakarta, Selasa (16/3/2010). Sebagai contoh, jelasnya, di wilayah Kalimantan, sejumlah Bupati telah memberikan ijin lokasi di atas hutan non konversi mencapai 535 ijin atau di atas lahan 3,3 juta hektar. Permasalahan yang muncul dari pemberian ijin di atas hutan non konversi adalah penerbitan HGU sehingga pemerintah kehilangan pendapatan yang sangat besar.

Abet menjelaskan, praktik korupsi lain yang kerap terjadi di usaha sawit yaitu saat pengurusan perizinan lokasi usaha yang tidak transparan oleh pemerintah daerah. Setiap pengusaha dengan mudah memiliki ijin lokasi hanya dengan membayar Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta per hektare.

"Perusahaan-perusahaan yang memiliki ijin lokasi salah satu pemegang sahamnya memiliki kedekatan dengan pejabat lokal. Praktek penerimaan uang itu harus dibongkar," lontar dia.

Selain itu, kata Abet, oknum pemerintah daerah kerap terlibat dalam pembebasan lahan warga untuk perkebunan kelapa sawit yang akan dikelola oleh suatu perusahaan. "Aparat pemerintah mengaku karyawan perusahaan saat negosiasi dengan masyarakat. Mereka terlibat dalam pembayaran kompensasi," papar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau