BANDUNG, KOMPAS.com - Lebih dari 100.000 rumah sederhana sehat (RSH) di Indonesia saat ini belum tersambung jaringan listrik. Jumlah itu merupakan akumulasi RSH sejak tahun 2002 dengan dampak merugikan penge mbang, perbankan, hingga konsumen.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estat Indonesia Teguh Satria di Bandung, Selasa (16/3/2010), mengatakan, sebagian RSH itu tidak laku. "Banyak yang belum diserahterimakan. Sebagian RSH tidak dihuni. Kalau laku pun, penghuninya tidak merasa nyaman," ujarnya.
Dampaknya, tidak sedikit pembeli RSH tidak mau membayar angsuran karena enggan menempati rumah tersebut. Keadaan itu menyebabkan perbankan tak bisa menyalurkan uang kepada pengembang. Teguh mengatakan, PLN pun rugi karena tidak bisa menjual listrik.
Masalah itu terjadi di berbagai provinsi seperti Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Menurut Teguh, pihaknya sudah bertemu dengan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan pada 24 Januari 2010. Dalam pertemuan itu, pihak PLN berjanji melengkapi semua RSH dengan listrik.
"Namun, batas waktu hingga semua RSH tersambung dengan jaringan listrik tak disebutkan. Kami berharap, rencana itu bisa direalisasikan pada tahun 2010," katanya.