Swiss terbuka super series

Megawati Gagal Lewati Kualifikasi

Kompas.com - 16/03/2010, 22:32 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Pemain Indonesia Gustiani Megawati gagal melanjutkan kiprahnya di ajang Swiss Terbuka Super Series. Tunggal putri Tanah Air yang selama ini tinggal di Republik Ceko, tak mampu melewati adangan pemain Ukraina Elena Prus, dalam pertarungan kualifikasi di nomor tunggal putri.

Dalam pertandingan di St Jakobshalle, Basel, Selasa (16/3/10), Mega menyerah dua set langsung 19-21, 19-21 dari Prus yang merupakan unggulan keempat di kualifikasi. Meskipun menang, Prus masih harus melakoni satu pertandingan kualifikasi melawan pemain Taiwan Chen Hsiao Huan, untuk memperebutkan tiket babak utama turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut. Pada babak pertama, Rabu (17/3), pemenang kualifikasi dua ini akan bertemu dengan pemain Jerman Nicole Grether.

Pada duel yang hanya berlangsung 31 menit ini, Mega menemui kesulitan besar untuk menaklukkan lawan. Pada set pertama, dia tak pernah bisa memimpin perolehan poin, kecuali hanya satu kali menyamakannya pada kedudukan 18-18. Sejak awal, Prus terus berada di depan sampai memenangkannya dengan 21-18.

Di set kedua, Mega sempat menguak harapan untuk menyamakan skor karena dia langsung melejit dan jauh meninggalkan Prus. Mengawalinya dengan keunggulan 4-0, Mega terus menjauh hingga kedudukan 9-3.

Sayang, setelah itu perolehan poinnya terhenti sehingga Prus bisa menyusul. Lima poin beruntun yang diraih pemain Ukraina tersebut membuat dia bisa memangkas selisih angka menjadi 8-9, untuk membuat duel berlangsung ketat.

Setelah menyamakannya menjadi 11-11, Prus mengambilalih permainan dan balik memimpin. Meskipun Mega sempat mengejar hingga unggul 16-15, tetapi Prus kembali melewati perolehan poin Mega dan menahan pemain Indonesia itu di angka 19.

Dengan kegagalan di nomor tunggal putri ini, maka Mega tinggal berharap pada sektor ganda campuran. Berpasangan dengan Viki Indra Okvana, mereka berhasil melewati kualifikasi pertama setelah menang 21-9, 21-16 atas pasangan tuan rumah Florian Schmid/Ennia Biedermann. Selanjutnya, Viki/Mega akan menghadapi pasangan Jepang Naoki Kawamae/Shizuka Matsuo, untuk memperebutkan tiket ke babak utama.

Di babak utama besok, pemenang duel kualifikasi dua ini akan menghadapi lawan yang sangat tangguh. Pasalnya, mereka akan menghadapi pasangan China Zhang Nan/Qing Tian--Zhang Nan baru saja menjuarai All England akhir pekan lalu, ketika berpasangan dengan Zhao Yunlei. Di final mereka kalahkan pasangan Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Mega dan Viky merupakan atlet bulu tangkis Indonesia yang saat ini melatih para pemain bulu tangkis di klub bulu tangkis Kota Benatky, Republik Ceko. Klub bulu tangkis Benatky dipimpin oleh Petr Martinek, mantan pemain bulu tangkis nasional Ceko. Klub ini merupakan salah satu yang terbaik di Republik Ceko.

Mega dan Viki dikontrak oleh klub tersebut sampai akhir April 2010. Selama di Republik Ceko, mereka diperbolehkan bermain atas nama klub maupun membawa nama Indonesia. Dan, di Swiss Terbuka ini Mega dan Viki membawa nama Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau