Lempar Batu dan Bakar Ban Lagi di Jerusalem Timur

Kompas.com - 17/03/2010, 00:45 WIB

JERUSALEM, KOMPAS.com - Ratusan warga Palestina di Jerusalem Timur melempar batu dan membakar ban-ban dalam bentrokan dengan polisi Israel di wilayah itu pada Selasa (16/3/2010).
    
Aksi tersebut terjadi setelah Hamas menyerukan "hari kemarahan di tengah-tengah meningkatnya ketegangan yang dipicu pembangunan permukiman Yahudi dan pembangunan kembali satu sinagoga".
    
Juru bicara polisi Jerusalem Shmuel Ben-Ruby mengatakan polisi menembakkan granat untuk membubarkan puluhan pengunjuk rasa di satu tempat. Dia mengatakan para pemuka desa membantu mengakhiri aksi itu di tempat lainnya. Sampai sejauh ini belum ada laporan mengenai korban cedera.
   
Lebih 3.000 personil polisi ditempatkan di Jerusalem Timur dan desa-desa sekitarnya sementara akses bagi kaum Muslim untuk menunaikan shalat dibatasi oleh penguasa setempat pada hari kelima.
   
Sementara itu, utusan khusus Amerika Serikat untuk perdamaian Timur Tengah telah menunda lawatan ke kawasan itu karena Washington menunggu tanggapan atas tuntutannya kepada Israel agar menarik keputusan mengenai konstruksi di kawasan yang dipersengketakan di Jerusalem Timur, kata sumber-sumber.
   
Utusan pemerintah Obama, George Mitchell, diperkirakan kembali ke kawasan itu untuk memulai pembicaraan tidak langsung dengan para pemimpin Israel dan Palestina, tapi dia menunda lawatannya, kata sumber-sumber.
   
Duta besar Israel untuk AS, Michael Oren, dilaporkan menyebut situasi itu merupakan krisis. Komentar Oren muncul setelah AS mengkritik Israel secara pedas karena mengumumkan konstruksi permukiman itu sementara Wakil Presiden AS, Joe Biden, sedang berada di negara itu pekan lalu.
   
Komite Pembangunan dan Perencanaan Distrik Jerusalem telah menyetujui pembangunan 1.600 unit rumah di Jerusalem Timur. Pihak Palestina menentang kegiatan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau