Dua Penjambret Terkapar, Nyaris Dibakar Massa

Kompas.com - 17/03/2010, 07:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua penjambret bersepeda motor nyaris tewas dibakar massa di Jalan I Gusti Ngurah Rai di depan Rusun Klender, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (16/3/2010) siang.

Sejumlah orang mengambil bensin dari motor yang dikendarai kedua penjambret, yaitu Jahari (19) dan Muhidi (22), kemudian bermaksud membakar keduanya. Untungnya polisi segera tiba di lokasi kejadian sehingga warga mengurungkan niatnya.

Saat akan dibakar, kedua penjambret warga Kampung Baru, RT 04 RW 07 di Jalan Tipar Cakung, Cakung Barat, Jakarta Timur, itu sudah terkapar dan tak bisa berbuat apa-apa akibat dikeroyok massa. Wajah dan kepala keduanya babak belur dan penuh luka terkena bogeman warga. Selain itu, sepeda motor milik kedua penjambret juga hancur.

Jahari dan Muhidi berhasil ditangkap warga sesaat setelah mereka menarik tas milik Indah (23) dan Melisa (28), warga PIK, Cakung. Menurut Melisa, dia dan Indah akan menikmati hari libur dengan jalan-jalan ke mal di Rawamangun. Mereka mengendarai sepeda motor Honda Blade bernomor polisi B 6583 TYP. "Indah yang mengendarai dan saya dibonceng," ujar Melisa.

Saat melintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai di dekat Stasiun KA Klender, tiba-tiba mereka dipepet oleh sepeda motor Suzuki Satria warna hitam yang dikendarai Jahari dan Muhidi. "Awalnya kami mengira mereka orang biasa dan hanya mau godain aja," kata Melisa.

Namun, ternyata pria yang dibonceng menarik tas milik Melisa yang saat itu ditaruh di tengah di antara badannya dan badan Indah. Secara refleks, Melisa mencoba mempertahankan tasnya. Sempat terjadi tarik-menarik tas di antara dia dan pelaku. Indah yang kaget karena ada rebutan tas kehilangan keseimbangan dalam mengendalikan motornya.

"Saya langsung menurunkan kecepatan dan terjatuh," kata Indah menimpali.

Menurut Indah, saat pelaku berhasil merampas dan membawa tas milik Melisa, dia pun langsung berteriak minta tolong. Rupanya teriakan mereka itu didengar oleh warga dan pengendara motor lainnya. Beberapa pengendara motor dan tukang ojek langsung mengejar pelaku.

Kedua penjambret berhasil ditangkap warga yang kemudian langsung mengeroyok mereka hingga babak belur.

Kapolsek Duren Sawit Komisaris Titik Setyowati menduga pelaku adalah pemain lama yang biasa beraksi di kawasan Duren Sawit. Dia mengatakan, karena seringnya aksi penjambretan di daerahnya dengan korban wanita, warga marah dan hendak membakar kedua penjahat itu. "Untungnya petugas kami cepat datang ke lokasi," katanya.

Titik berterima kasih karena masyarakat sangat peduli dengan keamanan wilayahnya dan berhasil membekuk pelaku kejahatan. Namun, dia mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. (Budi SL Malau)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau