LONDON, KOMPAS.com - Kekalahan Chelsea pada 16 besar Liga Champions menjadi pelajaran berharga bagi pemilik klub, Roman Abramovich. Kemenangan di kancah Eropa tidak mudah seperti membalikkan tangan.
Itulah pesan yang disampaikan Jose Mourinho, mantan pelatih "The Blues" yang kini melatih Inter Milan. Mourinho ingat betul bagaimana ia pernah dicampakkan oleh Abramovich pada September 2007. Meski pelatih asal Portugal itu telah memberikan lima gelar juara untuk "The Pensioners", Abramovich tetap memecatnya karena tak kunjung memberikan gelar Liga Champions.
"Pada awalnya, Roman, mungkin, berpikir bahwa menang itu mudah. (Kini) dia tahu hal itu tak gampang," kata Mourinho seperti dikutip The Sun. "Hari ini tim saya bermain sempurna dan itu sebabnya kami menang."
Setelah ditinggalkan Mourinho, Chelsea sudah empat kali berganti pelatih. Pengganti Mourinho, Avram Grant, nyaris memberikan titel bergengsi di Eropa dua musim lalu. Namun, "The Blues" kalah menyakitkan di final Liga Champions lawan Manchester United. Chelsea akhirnya tak bergelar pada 2007/08.
Luiz Felipe Scolari lebih parah lagi. Pengganti Grant itu hanya bertahan di Stamford Bridge selama tujuh bulan. Untung Chelsea segera menggaet Guus Hiddink, yang memberi gelar "hiburan" Piala FA musim lalu.
Musim ini, harapan tim diserahkan kepada Carlo Ancelotti. Jika konsisten bermain bagus, pelatih asal Italia itu berpeluang besar membawa Chelsea juara Liga Inggris dan mempertahankan Piala FA.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang