Trik Melindungi Identitas di Dunia Maya

Kompas.com - 17/03/2010, 14:08 WIB

KOMPAS.com — Pencurian informasi (identitas) dari akun jejaring sosial dan e-mail menjadi modus bagi attacker, pelaku kejahatan internet. Jika beberapa tahun lalu Friendster dijadikan modus trafficking, maka Februari 2010 disebut sebagai bulan kejahatan Facebook karena maraknya kasus dari jejaring sosial ini.

Eksploitasi informasi pribadi pengguna jejaring sosial menjadi potensi bagi ekonomi ilegal. Kasus yang sering terjadi diawali dari bagaimana attacker mendapatkan password dari sasarannya, yang kebanyakan adalah perempuan.

Modusnya, attacker mencuri data dengan melacak data pribadi melalui jejaring sosial. Caranya, attacker mengenalkan diri atau mengajak calon korban berteman dengan cara yang tidak mencurigakan melalui Facebook (atau jejaring sosial lain). Kata kunci untuk melacak password e-mail bisa didapatkan dari obrolan ringan, yaitu seputar hobi, tempat bulan madu, atau apa pun.

"Teknik yang paling sering digunakan attacker disebut sebagai social engineering. Jika beberapa tahun lalu attacker sulit mendapat password, maka kini dengan perkembangan internet dan jejaring sosial, password lebih mudah dilacak," papar Muhammad Salahuddien, Vice Chairman Id-SIRTII, lembaga keamanan jaringan internet, kepada Kompas Female.

Sebaiknya mulai lindungi data pribadi Anda dan mulai mengubah perilaku dengan tidak terlalu mengumbar data yang sifatnya personal di akun jejaring sosial. Caranya?

1. Sewa akun "e-mail"
Akun gratisan memang paling populer di masyarakat. Akses yang mudah dengan syarat sederhana memungkinkan semakin banyak user bergabung dalam akun e-mail, seperti Yahoo!. Menyewa akun dari penyedia jasa internet (misalnya CBN, BIZNET, dan Centrin) tidak terlalu menguras dompet, maksimal Rp 50.000 per bulan. Cara ini lebih aman karena prosedurnya lebih ketat dan data Anda terlindungi.

2. Beli domain
Situs jejaring sosial menjadi populer tak sekadar sebagai ajang kumpul pertemanan, tetapi juga sebagai sarana pemasaran bisnis Anda. Namun, risikonya, data Anda akan mudah diakses orang yang berniat jahat. Membeli domain sendiri akan lebih aman bagi Anda. Anda hanya perlu registrasi dan membayar Rp 100.000 per tahun, misalkan, dan Anda mendapatkan domain pribadi. Memang butuh keahlian khusus untuk desain situs web. Namun, Anda bisa meminta bantuan teman atau menyewa jasa pendesain situs web.

3. Pilih akun dengan prosedur ketat
Pilihan akun e-mail gratisan banyak jumlahnya. Kemudahan registrasi atau akses memang tak menyita waktu Anda saat membuat akun. Namun, registrasi yang membutuhkan waktu dengan prosedur lumayan ketat justru lebih aman, misalnya G-mail. Artinya, penyedia jasa akun e-mail memiliki mekanisme yang jauh lebih aman untuk user-nya.

4. Proteksi akun "e-mail" lebih ketat
Jika diminta memasukkan secondary e-mail, sebaiknya hindari saja. Prinsipnya minimalisasi munculnya akun Anda di dunia maya agar tak mudah diakses attacker. Sembunyikan e-mail dalam akun jejaring sosial dan atur agar tak banyak orang yang bisa mengaksesnya.

5. Minimalisasi data diri

Sebisa mungkin kurangi posting yang sifatnya personal untuk meminimalkan akses terhadap data diri Anda. Memang, akses jejaring sosial bisa sangat membantu bisnis atau pekerjaan Anda. Namun, jika terlalu berlebihan, maka memberikan informasi diri juga berisiko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau