Tak Ada Dokumen Teroris soal Serangan ke Obama

Kompas.com - 17/03/2010, 14:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat Terorisme, Wawan H Purwanto, mematahkan spekulasi bahwa penumpasan kelompok teroris di Aceh terkait kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia.

"Tidak ada dokumen yang mengarahkan bahwa yang mau diserang adalah Obama ataupun pejabat publik lainnya," ujar Wawan dalam diskusi Aceh Ladang Teroris Baru?, di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (17/3/2010).

Dari informasi yang dia dapatkan, kelompok teroris yang dipimpin Dulmatin itu telah menyiapkan sejumlah perangkat bom untuk melakukan aksi bom bunuh diri. "Mereka itu sudah menyiapkan berbagai macam rencana untuk aksi bom bunuh diri," kata dia.

Wawan juga tak sepakat dengan opini bahwa isu terorisme merupakan upaya pengalihan atas isu politik yang ada di Tanah Air.

Namun, anggota Komisi I DPR, Hidayat Nur Wahid, berpendapat sebaliknya. Menurut mantan Ketua MPR ini, penumpasan kelompok teroris Aceh tak sepenuhnya bisa dilepaskan dari upaya pengalihan dari perpolitikan Tanah Air yang tengah memanas.

"Kenapa baru sekarang? Kenapa harus menunggu setelah DPR menyampaikan rekomendasi kasus Bank Century? Kenapa menunggu Presiden ada di Australia? Kenapa menunggu menjelang kedatangan Obama? Katanya sudah dideteksi lama, tapi kenapa tidak ditumpas dari dulu," kata Hidayat, anggota Fraksi PKS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau