Serahkan SPT Sendiri, Sri Mulyani Puji SBY

Kompas.com - 17/03/2010, 15:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, ketika membuka acara penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2009, Rabu (17/3/2010) di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, memuji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak pernah absen menyerahkan langsung Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan sendiri.

"Ini merupakan simbol dukungan dan teladan bagi seluruh warga negara Indonesia, apa pun kedudukan, jabatan, profesi, dan berapa pun penghasilan mereka," ujar Sri Mulyani yang langsung diikuti tepuk tangan dari seluruh undangan, termasuk pimpinan Kantor Pelayanan Pajak seluruh Indonesia.

Sementara itu, Presiden, ketika memberikan pengarahan di hadapan para kepala Kantor Pelayanan Pajak seluruh Indonesia, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Menteri Keuangan, Dirjen Pajak M Tjiptardjo, beserta jajarannya yang telah bekerja keras melaksanakan tugas negara dan konstitusi; yaitu menghimpun pajak, yang menjadi salah satu komponen penerimaan negara.

"Saya berharap ke depan tugas yang Saudara emban terus dapat dijaga dan bahkan ditingkatkan lagi," ujar Presiden. Presiden, Wakil Presiden Boediono, dan juga pejabat tinggi negara, dengan didampingi Sri Mulyani, menyerahkan SPT tahunannya kepada Dirjen Pajak. Turut hadir pula para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau