TENGGARONG, KOMPAS.com - Sampai Rabu (17/3/2010) malam pukul 21.00, tinggal satu penumpang speedboat atau kapal cepat naas yang nasibnya belum ditemukan. Enam dari tujuh penumpang perahu cepat yang terbalik di Sungai Mahakam ditemukan di lokasi dalam wilayah Kecamatan Muarakaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Secara berurutan Tim SAR gabungan dan warga menemukan Askia (1), Soki (8), Abai (18), Aswin (15), Jati (4), dan Yana (23). Keenam korban tewas ditemukan sudah meninggal dunia dan terapung. Jenazah ditemukan dalam pencarian antara pukul 15.00 Wita dan pukul 21.30 WITA. Dengan demikian, penumpang yang belum ditemukan tinggal Cici (9).
"Semua jenazah ditemukan di lokasi kejadian sekitar dua mil dari Dermaga Kecamatan Muarakaman ke arah hulu," kata Kepala Subseksi Operasi Kantor SAR Balikpapan Abram Kolimon dari lokasi kejadian saat dihubungi dari Kota Samarinda, Rabu malam.
Perahu cepat berpenumpang 17 orang yang dimotori Darmi terbalik akibat terkena gelombang pada Selasa (16/3/2010) pukul 01.00 Wita. Mereka adalah keluarga Haji Jurdi asal Desa Liang, Kecamatan Kotabangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Perahu terbalik saat mereka dalam perjalanan pulang seusai menonton hiburan penutupan upacara adat Benua Tuhaq di Desa Sabintulung, Kecamatan Muarakaman.
Dengan penemuan enam jenazah tadi, korban yang meninggal dunia menjadi tujuh. Kecelakaan itu menewaskan lebih dulu Iklima Oktavia (24). Namun, sembilan penumpang lainnya selamat yakni Jannum (7 bulan), Haerunnisa (15), Juliana (17), Selvi (19), Achmad Fauzi (21), Nur (35), Nur Hawa (40), Darmi (40) dan istri yakni Yani (38).
Abram mengatakan, kelima jenazah yang ditemukan telah dibawa ke rumah keluarga masing-masing di Desa Liang. Pencarian dilanjutkan Kamis pagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang