Utang Garuda Menurun Tajam

Kompas.com - 17/03/2010, 22:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Utang maskapai Garuda Indonesia pada 2010 ini menurun tajam. Yaitu dari 868 juta dollar AS  pada tahun 2006 menciut menjadi sekitar 527 juta dollar AS per Januari 2010. Rincian utang tersebut adalah utang kepada ECA (European Credit Agency) sebesar 241,2 juta dollar AS, utang ke Commercial Lender sebesar 95 juta dollar AS, floating rate notes sebesar 87 juta dollar AS (75 juta dollar AS dan Rp 108 miliar) serta ke kreditor dalam negeri seperti Angkasa Pura I dan II, Bank Mandiri, dan Pertamina sebesar 105 juta dollar AS.

Menyusutnya utang tersebut, menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsah Satar karena terus dilakukan restrukturisasi. "Kami akan terus menyelesaikan utang tersebut dengan berbagai cara seperti mengkonversi utang, memperpanjang masa pembayaran dan pembelian kembali beberapa hutang melalui tender," ujarnya kepada pers, Rabu (17/3/2010) hari ini di Jakarta.

Selain menurunnya utang, Emir juga memaparkan peningkatan kinerja keuangan Garuda Indonesia pada tahun 2009 lalu. Laba bersih maskapai ini mencapai Rp1,009 triliun sedangkan laba usaha sebesar Rp 807,6 miliar. Keuntungan itu dipicu oleh peningkatan jumlah penumpang sebesar 3 persen, dari 10,1 juta penumpang (2008) menjadi 10,3 juta penumpang (2009). Kapasitas produksi juga meningkat dari 20,1 juta seat per kilometer (2008) menjadi 20,9 juta seat per kilometer pda tahun 2009. (Angkasa/ Gatot R)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau