Hubungan bilateral

Wayang Keluarga dan Bo untuk Obama Disiapkan

Kompas.com - 18/03/2010, 03:53 WIB

Yogyakarta, Kompas - Meski Presiden Amerika Serikat Barack Obama batal berkunjung ke DI Yogyakarta, seniman wayang kulit Ki Ledjar Subroto tetap mendapat pesanan wayang dengan karakter wajah keluarga Obama bersama seekor anjingnya. Satu perangkat wayang kulit itu akan dibawa ke Jakarta untuk menyambut kunjungan kenegaraan Obama ke Indonesia pada 23-25 Maret mendatang.

Selama satu pekan terakhir, Ki Ledjar bekerja hingga dini hari untuk membuat wayang wajah yang terdiri atas Obama, Michelle Obama, dua putri mereka; Malia dan Sasha, serta seekor anjing kesayangan keluarga Obama bernama Bo. Anggota keluarga Obama batal ikut dalam lawatan ke Indonesia, tetapi Ki Ledjar mengaku mendapat pesanan khusus pembuatan hadiah wayang tersebut dari keluarga Obama di Indonesia.

Sebelumnya, Ki Ledjar berencana akan menyerahkan dan memainkan wayang pesanan itu saat Obama di Yogyakarta. Dengan batalnya kunjungan Obama ke Yogyakarta, wayang Ki Ledjar akan diserahkan kepada Obama di Jakarta.

”Obama memang bukan pahlawan kita, tetapi keberhasilan dan perjuangan hidupnya layak dicontoh masyarakat Indonesia,” ujar Ki Ledjar, Rabu (17/3) di Yogyakarta.

Pengerjaan pembuatan lima wayang itu dikebut karena harus selesai dalam sepekan. Biasanya Ki Ledjar membutuhkan waktu sepekan untuk membuat satu wayang kulit.

Wayang Obama karya Ki Ledjar sangat mirip dengan wajah Obama. Dalam sosok wayang tersebut, Obama mengenakan celana pendek dan baju batik santai. Kisah wayang yang sedianya akan dibawakan Ki Ledjar adalah rekonstruksi peristiwa ketika Obama pertama kali masuk ke Gedung Putih.

”Kesulitan pembuatan lebih pada penciptaan karakter wajah wayang agar sesuai dengan aslinya. Seluruh foto Obama menghadap ke depan. Padahal, wajah wayang harus dari samping,” ujar Ki Ledjar.

Koleksi museum

Karya wayang kulit Ki Ledjar menjadi koleksi enam museum di sejumlah kota di Belanda. Koleksi wayang di museum-museum Belanda itu didominasi wayang wajah tokoh revolusi Indonesia dan tokoh-tokoh dari Kerajaan Belanda. Ironisnya, karya wayang kulit Ki Ledjar sempat dicantumkan sebagai karya orang lain di Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia. (WKM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau