BARCELONA, KOMPAS.com — Kemenangan Barcelona di perdelapan final Liga Champions membuktikan bahwa mereka tak hanya jago menyerang. "Blaugrana" juga piawai mempertahankan gawang agar tidak dibobol lawan.
Dalam duel kedua babak 16 besar, Rabu (17/3/210) malam, Barca membuktikan kekuatan pertahanan itu di hadapan tamunya, VfB Stuttgart. Sesuai instruksi Pelatih Josep Guardiola, Carles Puyol dan kawan-kawan tak memberi kesempatan kepada lawan untuk berlama-lama menguasai bola.
Akibat dominasi tuan rumah, Stuttgart sama sekali tak dapat menembakkan bola ke arah gawang. Situs UEFA menuliskan angka nol untuk shots on target tim tamu. Striker Pavel Pogrebnyak dan Cacau sama sekali tak mampu menembus kotak penalti Barca. Kiper Victor Valdes pun nyaris menganggur sepanjang laga. Barca akhirnya menang telak 4-0 (agregat 5-1).
"Salah satu dari senjata terbesar kami adalah pertahanan kami dan itu berfungsi dengan baik malam ini untuk memastikan mereka tidak mempersulit kami," kata Valdes.
Sampai tahap ini, Barcelona menjadi salah satu tim yang paling sedikit kebobolan pada Liga Champions. Dalam delapan laga, Carles Puyol dan kawan-kawan hanya kemasukan empat gol. Hanya Girondins Bordeaux yang memiliki pertahanan lebih baik karena hanya kemasukan tiga gol. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang