Lampu Hijau Menkeu untuk "Right Issue" BNI

Kompas.com - 18/03/2010, 14:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keinginan bank Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, yakni BNI untuk melakukan right issue atau penerbitan saham baru tahun ini mendapatkan lampu hijau dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai pemegang saham mewakili pemerintah. Ini membuka peluang bagi bank tersebut mendapatkan tambahan modal dalam waktu cepat.

"Untuk BNI, (tanggapan Menteri Keuangan) positif. Kami sudah berkomunikasi dan pada prisipnya Menteri Keuangan sependapat, jadi tinggal mengajukan surat ke DPR," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Jakarta, Kamis (18/3/2010) usai menyampaikan paparan kunci dalam Forum Diskusi Terfokus tentang Urgensi Pilihan Kebijakan Holding BUMN Perkebunan Menuju Profitisasi dan Peningkatan Daya Saing.

Sebenarnya ada dua bank BUMN yang mengajukan diri melakukan right issue, yakni BNI dan Mandiri. BNI membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan ekspansi kreditnya. Tambahan modal diperlukan untuk memperkuat rasio permodalan alias capital adequacy ratio (CAR). Sebab, setiap menyalurkan kredit Rp 1 triliun, maka CAR akan tergerus sebanyak 0,2 persen.
BNI merasa masih memiliki peluang besar untuk melakukan right issue karena saham pemerintah di BNI masih 76 persen. Melalui right issue, saham pemerintah bisa terdelusi menjadi tinggal 60 persen. Namun, BNI sendiri akan memperoleh tambahan modal Rp 4-5 triliun.

Selain menerbitkan saham baru, aksi korporasi lain juga akan dilakukan oleh Garuda Indonesia Airlines, Krakatau Steel, PTPN III, PTPN IV, dan PTPN VII. Kelima BUMN ini dijadwalkan akan masuk bursa pada tahun 2010. Penawaran saham perdana kelima perusahaan ini diperkirakan akan mendahulu proses right issue BNI dan Mandiri.

"Kami harap, program privatisasi ini bisa dilakukan pada tahun ini, sebab sudah tidak ada perbedaan pendapat lagi. Semuanya sudah sepakat akan privatisasi. Cuma kami ingin agar ini tidak masuk tahun depan," ungkapnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau