Mereka Minta Tolong Diselamatkan

Kompas.com - 18/03/2010, 14:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Desakan ratusan calon tenaga kerja wanita (TKW) yang meminta dipulangkan dari rumah penampungan PT MMJA di Kawasan Muara Tanjung Barat, Jakarta Selatan, bukan tanpa alasan. Mereka bukan sekadar bosan menjalani hari-hari mereka tanpa aktivitas berarti di rumah penampungan. Lebih dari itu, mereka mencium ada gelagat mencurigakan dari pihak penyalur.

Marlin, salah seorang calon TKW yang ditemui Kompas.com di rumah penampungan, Kamis (18/3/2010), menuturkan, mereka mengalami perlakuan kasar, bahkan tindak kekerasan. "Ada yang diperkosa staf. Stafnya sekarang sudah dipecat. Teman saya itu sudah dipulangkan. Tapi sebelum dipulangkan, dia dipukul sampai berdarah. Sampai kami menangis semua lihatnya," ujar Marlin.

Masih menurut cerita Marlin, beberapa kali, tiga hingga empat orang dibawa pergi pada tengah malam dengan diam-diam. "Katanya mau dibawa ke Malaysia dari Batam. Tapi paspornya tidak dibawa. Mereka bawanya sedikit-sedikit, biar kami tidak tahu. Bawanya jam 11 malam, jam 3-4 dinihari," ungkap Marlin.

Wanita-wanita yang dibawa ke Batam itu menelepon Marlin beberapa hari lalu. "Mereka minta tolong diselamatkan. Saya tidak tahu nasibnya lagi bagaimana," kisah Marlin lagi.

Dengan kejadian ini, Marlin yang sebelumnya pernah bekerja di Malaysia meminta pertolongan dan menghubungi sejumlah kontak warga asal Sumba yang ada di Jakarta. Mereka meminta agar dibantu untuk dikeluarkan dari penampungan dan kembali ke kampung halaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau