KOMPAS.com — Di arena F1 terdapat beberapa organisasi yang semuanya tentu berkaitan dengan kepentingan balap. Termasuk salah satunya organisasi para pebalap F1 (Grand Prix Drivers' Association/GPDA), yang sekarang ini dikomandoi oleh Pedro de la Rosa, pebalap dari tim Williams. Uniknya, Michael Schumacher yang kembali membalap tercatat satu-satunya pebalap yang tidak terdaftar sebagai anggota GPDA.
"Michael tetap mendukung kerja GPDA, tapi merasa ragu jika akan bergabung kembali. Ia sekarang menginginkan sesuatu yang lain," ujar juru bicara yang sekaligus juga manajer Schumacher, Sabine Kehm, kepada majalah Jerman Zeitung, seperti dikutip situs worldcarfans.
Pebalap berusia 41 tahun itu membela tim Mercedes GP dengan menerima gaji untuk satu musim 2010 Rp 275 miliar. Keengganan mantan juara dunia F1 tujuh kali itu untuk bergabung alasannya bukan karena iuran. Jadi, setiap jadi anggota harus membayar Rp 27 juta, plus Rp 6,5 juta setiap meraih satu angka di setiap seri balapan.
Beberapa rumor yang beredar di paddock F1 menyebutkan, Schumi tak mau masuk GPDA karena kurang suka dengan kepemimpinan Pedro de la Rosa yang ketika memimpin rapat di Bahrain tidak tuntas dan berlanjut di Australia (seri II, 28/3/2010). Dengan demikian, ia menyangsikan kepemimpinan Rosa.
Selidik punya selidik, ternyata peristiwa di GP Monaco 2006 yang bikin pebalap Mercedes GP itu menolak gabung. Saat itu, de la Rosa mundur sebagai pimpinan organisasi setelah ada kejadian "incident Rescasse" yang dilakukan Schumi.
Peristiwanya berlangsung dalam detik-detik terakhir babak kualifikasi GP Monaco (2006). Schumi, yang sedang bersaing dengan Fernando Alonso, menghentikan mobil balapnya di tikungan Rescasse. Alasannya, ada benda jatuh sehingga ia harus menghentikan mobil.
Namun ada yang melihat, Schumi memang sengaja untuk "mengganggu" Alonso yang berupaya melampaui catatan waktu Schumi sehingga ia bisa start paling depan. Dengan berbagai masukan, akhirnya pengawas lomba menghapuskan posisi grid-nya dan start di belakang. Sedangkan Alonso bertengger paling depan kala start.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang