SBY Dipastikan Buka Muktamar NU di Makassar

Kompas.com - 18/03/2010, 19:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan membuka Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar, 23 Maret mendatang.

Makassar dipilih bukan tanpa alasan. Menjelang Pemilihan Presiden 2009 lalu,  Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi berandai-andai alangkah bagusnya jika Muktamar NU di Makassar kelak dibuka oleh Presiden dari Makassar yang saat itu didukungnya, Jusuf Kalla. Tapi ternyata, Jusuf Kalla tak terpilih jadi Presiden.

"Presiden SBY dipastikan akan membuka Muktamar ke-32 NU di Makassar. Selain itu, Menteri Agama Surya Dharma Ali, Menteri PDT A Hilmy Faisal Zaini, Menkeu Sri Mulyani, Mendiknas Muhammad Nuh dan yang lain juga akan hadir memberikan materi," ujar Ketua Panitia Muktamar NU, KH Hafidz Utsman pada wartawan di PBNU, Kamis (18/3/2010).

Menurut dia, beberapa delegasi sebagai peninjau dari luar negeri juga akan hadir dalam Muktamar NU ke 32 ini. Mereka, antara lain, ilmuwan Prof Dr Wahbah As-Suhaily (penulis 22 jilid tafsir Munir), Sekjend Rabithah al-Islamy, Rektor Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir Syekh Ahmad Tanthowi, wakil mufthi Mesir, ilmuwan dan wartawan Jepang Nakmura yang juga pemerhati NU berusia 84.

Muktamar NU yang akan digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar itu diperkirakan melibatkan sekitar 4.000 peserta, warga serta para simpatisan NU. Sementara di luar gedung dipastikan akan dipenuhi sekitar 8000 orang.

"Dan alhamdulillah, pemerintah daerah, Gubernur Makassar, bupati/walikota mendukung penuh sampai Muktamar ini selesai," ujar Hafidz Ustman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau