JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan membuka Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar, 23 Maret mendatang.
Makassar dipilih bukan tanpa alasan. Menjelang Pemilihan Presiden 2009 lalu, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi berandai-andai alangkah bagusnya jika Muktamar NU di Makassar kelak dibuka oleh Presiden dari Makassar yang saat itu didukungnya, Jusuf Kalla. Tapi ternyata, Jusuf Kalla tak terpilih jadi Presiden.
"Presiden SBY dipastikan akan membuka Muktamar ke-32 NU di Makassar. Selain itu, Menteri Agama Surya Dharma Ali, Menteri PDT A Hilmy Faisal Zaini, Menkeu Sri Mulyani, Mendiknas Muhammad Nuh dan yang lain juga akan hadir memberikan materi," ujar Ketua Panitia Muktamar NU, KH Hafidz Utsman pada wartawan di PBNU, Kamis (18/3/2010).
Menurut dia, beberapa delegasi sebagai peninjau dari luar negeri juga akan hadir dalam Muktamar NU ke 32 ini. Mereka, antara lain, ilmuwan Prof Dr Wahbah As-Suhaily (penulis 22 jilid tafsir Munir), Sekjend Rabithah al-Islamy, Rektor Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir Syekh Ahmad Tanthowi, wakil mufthi Mesir, ilmuwan dan wartawan Jepang Nakmura yang juga pemerhati NU berusia 84.
Muktamar NU yang akan digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar itu diperkirakan melibatkan sekitar 4.000 peserta, warga serta para simpatisan NU. Sementara di luar gedung dipastikan akan dipenuhi sekitar 8000 orang.
"Dan alhamdulillah, pemerintah daerah, Gubernur Makassar, bupati/walikota mendukung penuh sampai Muktamar ini selesai," ujar Hafidz Ustman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang