Tangani Century, KPK Telah Bentuk 9 Subtim

Kompas.com - 18/03/2010, 20:02 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto membantah penanganan kasus Bank Century lambat. Sebab, hingga kini proses pengumpulan barang bukti masih tetap berjalan.

"Informasi apa pun dan dari mana pun terkait kasus Bank Century akan kita pakai untuk mengumpulkan alat bukti," kata Bibit seusai menjadi pembicara dalam dialog nasional dengan tema "Mengembalikan Indonesia sebagai Negara Hukum" di Semarang, Kamis (18/3/2010).

Mengenai adanya pernyataan dari beberapa pihak yang menganggap bahwa penanganan kasus Bank Century lambat, Bibit mengatakan, hal tersebut merupakan hak dari pihak yang melakukan penilaian.

"Masalah cepat atau lambat itu relatif. Silakan orang mau bicara apa karena kecepatan tiap orang dalam mengerjakan sesuatu itu berbeda," ujarnya. "Namun yang pasti, kita tetap serius menangani kasus Bank Century yang diduga melibatkan sejumlah pejabat penting dan merugikan negara hingga triliunan rupiah," tambahnya.

Terkait penanganan kasus Bank Century, katanya, KPK telah membentuk sembilan subtim dan efektif bekerja sejak Januari 2010 setelah menerima hasil audit investigasi pada Desember 2009. 

"Semua orang yang diduga terlibat akan dipanggil sesuai dengan kebutuhan penyidik KPK yang menangani kasus tersebut," katanya.

Dalam dialog sebelumnya, Bibit mengatakan bahwa salah satu upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi adalah dengan memberikan remunerasi atau menaikkan gaji aparat penegak hukum yang melakukan penyidikan kasus korupsi.

"Karena dalam proses penanganan suatu kasus korupsi kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi yang baru itu bisa saja terjadi dan dilakukan sendiri oleh aparat penegak hukum," ujar Bibit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau