Lebak, Kompas
Berdasarkan pantauan pada hari Kamis (18/3), longsornya separuh badan jalan di Cibengkung itu memaksa kendaraan melintas bergantian. Pasalnya, badan jalan yang tidak longsor hanya cukup dilewati satu mobil.
Menurut warga sekitar, longsornya jalan penghubung dari Kecamatan Bojongmanik ke Kecamatan Leuwidamar tersebut sudah terjadi sejak dua bulan lalu, seiring kerapnya hujan deras di daerah itu. ”Sudah banyak yang memeriksa, tapi enggak tahu kapan jalan ini diperbaiki,” kata Ningsih, seorang warga.
Sampai saat ini hanya terlihat papan penunjuk jalan yang mengimbau warga berhati-hati karena ada jalan longsor. Papan penunjuk jalan tersebut dipasang sekitar 5 meter sebelum lokasi jalan yang longsor.
Warga dan pengguna jalan berharap ruas yang longsor tersebut segera diperbaiki karena membahayakan, terlebih ketika malam hari saat pencahayaan di sekitar lokasi kurang. Apalagi titik longsor itu merupakan bagian dari ruas jalan yang sudah beraspal, suatu kondisi yang acapkali mendorong pengendara memacu kendaraan dengan cepat karena halusnya permukaan jalan.
Agus, seorang pemandu bagi pengunjung yang hendak ke kawasan Baduy, menuturkan, ruas itu merupakan salah satu jalur yang sering dilewati wisatawan, terutama saat libur sekolah. Pengunjung yang datang dari arah Jakarta dan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sering melewati tempat tersebut ketika hendak ke Baduy.
Sekitar satu setengah bulan hingga dua bulan ke depan, kawasan Baduy diperkirakan akan didatangi wisatawan yang ingin menyaksikan acara seba, yakni ritual adat penyerahan berbagai hasil bumi dari warga Baduy kepada kepala daerah.
Akibat longsornya jalan di Cibengkung, saat ini hanya kendaraan angkutan kota dan minibus yang dapat melewati ruas yang longsor itu. Cepat diperbaikinya jalan di Cibengkung tersebut akan memperlancar kendaraan yang melaju dari dan ke kawasan Baduy.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Lebak Alkadri menuturkan, lokasi longsor di kawasan Cibengkung tersebut memang rawan dan beberapa kali longsor. ”Informasinya di sekitar situ ada urat sungai. Dulu pun pernah longsor ketika hujan, lalu diperbaiki, tetapi longsor lagi,” katanya.
Menurut Alkadri, pemerintah berupaya secepatnya memperbaiki ruas jalan yang rusak itu. ”Kami akan upayakan secepatnya. Kemarin sudah diukur-ukur, semoga dalam waktu dekat sudah dapat diperbaiki,” katanya.
Menurut Alkadri, kendaraan ukuran besar yang akan ke kawasan Baduy untuk sementara terpaksa memutar lewat Cisimeut. ”Jalannya bagus, tetapi harus memutar dengan selisih sekitar 7 kilometer dibanding kalau lewat Cibengkung,” katanya.