Infrastruktur

Jalan ke Baduy Nyaris Putus

Kompas.com - 19/03/2010, 04:32 WIB

Lebak, Kompas - Jalan masuk ke kawasan wisata budaya Baduy nyaris terputus akibat longsornya separuh badan jalan di Kampung Cibengkung, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Mobil minibus masih bisa lewat secara bergantian, tetapi kendaraan ukuran besar harus memutar lewat Cisimeut, dengan jarak tempuh lebih jauh 7 kilometer.

Berdasarkan pantauan pada hari Kamis (18/3), longsornya separuh badan jalan di Cibengkung itu memaksa kendaraan melintas bergantian. Pasalnya, badan jalan yang tidak longsor hanya cukup dilewati satu mobil.

Menurut warga sekitar, longsornya jalan penghubung dari Kecamatan Bojongmanik ke Kecamatan Leuwidamar tersebut sudah terjadi sejak dua bulan lalu, seiring kerapnya hujan deras di daerah itu. ”Sudah banyak yang memeriksa, tapi enggak tahu kapan jalan ini diperbaiki,” kata Ningsih, seorang warga.

Sampai saat ini hanya terlihat papan penunjuk jalan yang mengimbau warga berhati-hati karena ada jalan longsor. Papan penunjuk jalan tersebut dipasang sekitar 5 meter sebelum lokasi jalan yang longsor.

Warga dan pengguna jalan berharap ruas yang longsor tersebut segera diperbaiki karena membahayakan, terlebih ketika malam hari saat pencahayaan di sekitar lokasi kurang. Apalagi titik longsor itu merupakan bagian dari ruas jalan yang sudah beraspal, suatu kondisi yang acapkali mendorong pengendara memacu kendaraan dengan cepat karena halusnya permukaan jalan.

Agus, seorang pemandu bagi pengunjung yang hendak ke kawasan Baduy, menuturkan, ruas itu merupakan salah satu jalur yang sering dilewati wisatawan, terutama saat libur sekolah. Pengunjung yang datang dari arah Jakarta dan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sering melewati tempat tersebut ketika hendak ke Baduy.

Sekitar satu setengah bulan hingga dua bulan ke depan, kawasan Baduy diperkirakan akan didatangi wisatawan yang ingin menyaksikan acara seba, yakni ritual adat penyerahan berbagai hasil bumi dari warga Baduy kepada kepala daerah.

Akibat longsornya jalan di Cibengkung, saat ini hanya kendaraan angkutan kota dan minibus yang dapat melewati ruas yang longsor itu. Cepat diperbaikinya jalan di Cibengkung tersebut akan memperlancar kendaraan yang melaju dari dan ke kawasan Baduy.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Lebak Alkadri menuturkan, lokasi longsor di kawasan Cibengkung tersebut memang rawan dan beberapa kali longsor. ”Informasinya di sekitar situ ada urat sungai. Dulu pun pernah longsor ketika hujan, lalu diperbaiki, tetapi longsor lagi,” katanya.

Menurut Alkadri, pemerintah berupaya secepatnya memperbaiki ruas jalan yang rusak itu. ”Kami akan upayakan secepatnya. Kemarin sudah diukur-ukur, semoga dalam waktu dekat sudah dapat diperbaiki,” katanya.

Menurut Alkadri, kendaraan ukuran besar yang akan ke kawasan Baduy untuk sementara terpaksa memutar lewat Cisimeut. ”Jalannya bagus, tetapi harus memutar dengan selisih sekitar 7 kilometer dibanding kalau lewat Cibengkung,” katanya. (BOY/CAS/CHE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau