Kunjungan

Presiden Mengimbau Sambut Barack Obama

Kompas.com - 19/03/2010, 04:42 WIB

Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (18/3), meminta masyarakat tidak memandang Presiden AS Barack Obama sebagai orang yang tidak memahami Indonesia. Dalam kaitan itulah Presiden mengimbau masyarakat untuk menyambut Obama karena ia sangat mencintai dan sangat menghargai Indonesia.

Sementara itu, Kamis sekitar pukul 13.35 Wita, Pesawat kargo milik Angkatan Udara Amerika Serikat jenis Boeing C17 Globemaster mendarat di Pangkalan Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat itu mengangkut sebagian logistik Presiden Obama selama kunjungannya di Indonesia, khususnya di Pulau Bali, pertengahan pekan depan.

Adegan ini serupa dengan kejadian pada tahun 1986 saat Presiden AS Ronald Reagan bertemu dengan Presiden Soeharto di Bali. Reagan juga membawa logistik, termasuk kendaraan kepresidenannya ke Bali menggunakan pesawat angkut Galaxy.

Tak ada keterangan resmi yang diperoleh dari pihak Angkatan Udara AS (US Air Force) ataupun dari TNI AU di Ngurah Rai perihal ini.

Manajer Personalia, Hukum, dan Humas PT Angkasa Pura I Alex Pudjianto membenarkan bahwa pesawat itu milik AU AS.

”Logistik itu berupa alat-alat berat yang diperlukan Presiden Obama selama di Bali,” ucap Alex singkat.

Setelah singgah di Ngurah Rai selama lebih kurang dua jam, sekitar pukul 15.30 pesawat tersebut langsung terbang menuju Guam.

Keamanan diperketat

Kurang dari sepekan menjelang kedatangan Presiden AS ke Indonesia (tentatif direncanakan di Indonesia pada 23-25 Maret), penjagaan di sejumlah kawasan di Pulau Bali semakin diperketat.

Sepanjang Kamis kemarin, setidaknya terlihat dua kali razia kendaraan bermotor digelar di kawasan Mengwi, Kabupaten Badung, serta di Terminal Ubung di Denpasar kota. Dua razia itu adalah operasi pertama yang digelar setelah hari raya Nyepi tahun baru Saka 1932.

Simulasi antiteror juga direncanakan digelar oleh Kepolisian RI bersama TNI pada hari Jumat dan Sabtu ini. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Gde Sugianyar, tidak tertutup kemungkinan simulasi juga akan digelar di kawasan turis di Kuta, Badung.

TNI Angkatan Laut pun, menurut Komandan Pangkalan TNI AL Benoa Kolonel (Laut) Wayan Suarjaya, menyiagakan setidaknya tujuh kapal perang untuk pengamanan Obama. Salah satunya adalah KRI Slamet Riyadi, sedangkan enam kapal lainnya akan tiba pada akhir pekan ini.

Obama dijadwalkan tiba di Jakarta pada hari Selasa 23 Maret. Setelah mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Obama rencananya melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan memberikan pidato umum sebelum menuju Bali. (ben/DAY/NTA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau