Lima Warga Malang Meninggal karena DBD

Kompas.com - 19/03/2010, 09:02 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak lima orang warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam kurun Januari-Maret 2010 meninggal karena terserang penyakit demam berdarah dengue atau DBD.

Kabid Pencegahan dan Pemerantasan Penyakit Menular atau P3M Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Mulyatim Koeswo, Jumat (19/3/2010), mengakui, selama tiga bulan terakhir ini sudah lima orang warga yang meninggal akibat DBD.

"Total jumlah penderita DBD di daerah ini dalam kurun Januari-Maret 2010 mencapai 550 orang dan lima orang di antaranya meninggal. Pada Bulan Januari satu orang, Februari dua orang, dan Maret dua orang," katanya.

Secara rinci Mulyatim menjelaskan, dari 550 orang penderita DBD tersebut pada Bulan Januari tercatat 382 penderita, Februari 143 penderita dan Maret 25 orang.

Dari 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, delapan di antaranya merupakan daerah endemik DBD, yakni Kecamatan Kepanjen, Lawang, Dau, Bululawang, Pakisaji, Turen, dan Pakis."Di kecamatan itu, setiap tahunnya selalu ditemukan penderita DBD," ujar Mulyatim.

Selain DBD, lanjutnya, penderita penyakit chikungunya jumlahnya juga terus meningkat. Hingga Maret 2010, penderita chikungunya yang tercatat di Dinkes setempat mencapai 700 orang.

Menurut Mulyatim, meningkatnya jumlah penderita DBD maupun chikungunya di antaranya disebabkan oleh musim hujan yang cukup panjang serta kurang kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya, sehingga nyamuk penyebab kedua penyakit tersebut bisa berkembang biak dengan leluasa.

Untuk meminimalkan perkembangbiakan jentik nyamuk penyebab DBD dan chikungunya, kata Mulyatim, pihaknya telah melakukan fogging (pengasapan) di 147 titik dan setiap titik terdiri dari 100-150 rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau