Masih di Belakang Rossi, Stoner tak Khawatir

Kompas.com - 19/03/2010, 12:07 WIB

LOSAIL, Kompas.com - Casey Stoner belum mampu menembus dominasi pebalap Fiat Yamaha, Valentino Rossi, selama tes pra-musim MotoGP 2010. Dari lima kali ujicoba, pebalap Ducati ini selalu berada di belakang "The Doctor", yang tampil sangat dominan.

Terakhir, saat tes di Sirkuit Losail, Qatar, Kamis (18/3/10) malam. Di sirkuit yang pada tiga musim terakhir selalu dikuasainya, Stoner kembali hanya berada di belakang Rossi, terpaut 0,315 detik dari pebalap Italia tersebut.

Meskipun demikian, Stoner tidak terlalu khawatir. Juara dunia 2007 ini mengaku, sejauh ini persiapan mereka bagus dan tampaknya sudah siap menghadapi balapan 2010 yang bakalan berlangsung ketat dan seru.

"Kami mencoba beberapa pengesetan baru, tetapi fokus utama pada tes malam ini adalah ban," ungkap Stoner.

"Saya menggunakan seting yang sama selama 30 lap dan bisa mencatat waktu terbaik, sehingga kami puas dengan pencapaian ini. Kami juga sedang bekerja untuk keseimbangan motor, karena kondisi di sini sangat berbeda dengan di Malaysia dan saya lebih suka motor lebih rigid. Sejauh ini semuanya baik-baik saja."

Menjelang bergulirnya seri perdana MotoGP 2010 di Qatar awal bulan depan, semua pebalap sudah melakukan lima kali tes. Empat tes sebelumnya berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada bulan lalu.

Dalam tes tersebut, Rossi masih yang terbaik dan Stoner selalu berada di urutan dua. Posisi yang sama juga terjadi pada tes di Qatar, pada Kamis malam waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Kini, Stoner masih punya satu kesempatan lagi untuk menghentikan dominasi Rossi, karena pada Jumat malam ini akan dilakukan tes terakhir di Qatar, sebelum semua tim dan pebalap mempersiapkan diri menghadapi balapan sesungguhnya pada 11 April mendatang.

Sementara itu rekan setim Stoner, Nicky Hayden, yang pada tes terakhir di Sepang mampu berada di urutan tiga, kembali terpuruk. Dalam hari pertama ujicoba di Qatar ini, dia hanya berada di posisi delapan.

Ini yang membuat mantan juara dunia 2006 tersebut harus berusaha lebih keras lagi agar bisa bersaing di posisi depan.

"Secara umum, rasa dengan motor ini agak bagus. Tetapi saya harus bisa lebih bagus lagi sehingga bisa mendekati para pebalap di depan.

"Persoalan terbesar adalah kami tidak bisa tampil bagus dengan ban lunak. Kami belum bisa bekerja pada temperatus yang tepat. Ini terjadi di Malaysia dan kami kesulitan lagi di sini, di sirkuit yang kondisinya sangat berbeda. Karena itu, penting untuk mengatasi alasan tersebut."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau