Robert Tantular: Jangan Semua Kambing Hitamnya ke Saya

Kompas.com - 19/03/2010, 12:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terpidana kasus penggelapan dana nasabah Bank Century, Robert Tantular, meminta agar penyelidikan kasus Bank Century betul-betul bisa membongkar siapa dalang di balik skandal yang diduga merugikan negara senilai Rp 6,7 triliun. Ia berharap agar bukan hanya dirinya saja yang dipersalahkan dan menjadi kambing hitam dalam kasus ini.

"Mengalirnya ke mana harus dibuka. Jangan separuh-separuh dan jangan kambing hitamnya semuanya ke saya," kata Robert sesaat sebelum menjalani pemeriksaan KPK, Jumat (19/3/2010). Robert diperiksa untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan KPK mengenai skandal Bank Century.

Robert mengaku dirinya seolah-olah telah dikorbankan oleh pamerintah dan aparat penegak hukum dalam kasus ini. Beberapa kali keberatan yang diajukannya mengenai proses hukum yang dijalaninya tidak mendapat tanggapan. "Kami lapor ke Komnas HAM tidak ada tanggapan. Kami laporkan ke pengadilan mengenai isolasi penangkapan kasus-kasus begini, tidak ada tanggapan," ujarnya.

Seperti diberitakan, Robert pernah mengadukan persoalannya ke Komnas HAM terkait tindakan isolasi yang diterimanya selama menjalani pemeriksaan Bareskrim Polri. Ia juga mengajukan gugatan kepada Jusuf Kalla, sebagai pejabat sementara Presiden saat itu.

Robert merasa, JK sebagai representasi pemerintah telah mengintervensi penegak hukum dengan memerintahkan Polri menangkapnya. "Pak Robert juga keberatan dengan pernyataan JK yang bilang Robert itu perampok," kata Triyanto, kuasa hukum Robert.

Seperti diketahui, Robert Tantular merupakan terpidana dalam kasus penggelapan dana nasabah Bank Century. Saat ini ia masih mendekam di LP Cipinang atas vonis hukuman lima tahun yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Robert melanggar Pasal 50 UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan serta Pasal 55 Ayat 1 kesatu KUHP.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau