PALEMBANG, KOMPAS.com — Mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Susno Duadji, melakukan dialog dengan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (19/3/2010).
Bedah dan diskusi buku Bukan Testimoni Susno juga termasuk dalam pertemuan yang dilaksanakan di aula Poltek Unsri Bukit Besar Palembang itu. Mantan petinggi Polri yang kini mengungkap sejumlah kasus, termasuk tudingan adanya praktik mafia kasus di tubuh kepolisian, itu pun mengajak para mahasiswa supaya jangan takut melaksanakan dan membuka kebenaran karena itu suatu amanah.
"Masalah bangsa adalah permasalahan semua, jadi jangan takut mengungkap kebenaran," kata jenderal polisi berbintang tiga itu.
Begitu juga mengenai pembongkaran kasus di tubuh Polri. Ia mengaku telah berusaha semaksimal mungkin supaya permasalahan yang ada bisa diselesaikan dengan baik. Susno mengakui, banyak yang menyatakan bahwa dia bicara setelah tidak lagi menjabat.
Namun dia menegaskan telah melaksanakan usaha secara maksimal ketika masih memegang jabatan. "Mengusut kasus di tubuh Polri itu tidak lain untuk membantu Kapolri," kata dia lagi.
Pria kelahiran Pagaralam, Sumsel, itu mengaku perlu mental yang kuat untuk mengungkap kasus internal Polri. "Apalagi, dalam mengungkap kebenaran bisa-bisa jabatan dicopot dan itu risiko yang harus dihadapi," ujar dia pula.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat supaya selalu mengungkap kebenaran sehingga bangsa Indonesia semakin maju.
Terkait soal buku Bukan Testimoni Susno, permasalahan berbagai kasus yang ada tercakup di dalamnya, seperti kasus Bank Century.
"Buku tersebut banyak mengungkap kasus yang ada termasuk saat saya menjabat," kata Susno lagi. Seusai diskusi, Susno juga membagikan sejumlah buku kepada para mahasiswa Unsri Palembang, seperti tentang pembongkaran pembersihan uang.