Wuih... Chicago Selalu Memesona

Kompas.com - 19/03/2010, 14:37 WIB

KOMPAS.com - Pernah nonton film lawas berjudul The Untouchables? Film inspiratif yang di antaranya dibintangi para pemain kelas dunia; Robert De Niro sebagai Al Capone, Sean Connery, Kevin Costner dan Andi Garcia ini mengambil Chicago sebagai lokasi pembuatan film.

Setting film itu mengambil suasana tahun 1920-an dan 1930-an, sebagaimana era Al Capone, Malone dan Elliot Ness. Suasana kota sudah sangat bagus, modern, bersih, tertib, kendati menjadi markas mafia bengis, di antaranya Al Capone.

Itu dulu. Kini, wajah Chicago jauh lebih berkilau dibanding seabad silam. Kota berangin yang luasnya 588,4 km persegi ini menjadi tempat berlabuh para arsitek nomor wahid dunia. Tidak heran kalau Chicago dipenuhi bangunan-bangunan berselera arsitektur memukau. Chicago juga dikenal sebagai kota wisata dan kota bisnis terkemuka Amerika Serikat setelah New York dan Los Angeles. Kota ini dialiri sungai yang bisa menjadi ajang wisata yang mencengangkan serta danau yang menjadi ajang berlayar. Belum datang ke Chicago sebelum melayari sungai dan danau tersebut.

Di balik segenap kelebihannya, Chicago memiliki jaringan trotoar yang menawan. Trotoar di sini tidak hanya lebar (enam sampai 20 meter), tetapi pemandangan di kiri dan kanan jalannya sungguh membangkitkan inspirasi. Bangunannya elok, patungnya berkelas. Ada pun mobil yang berseliweran, dan manusia yang lalu lalang atraktif.

Harry Ponto, advokat yang sangat menyukai Chicago menyatakan, di kota beradab ini warga bisa berjalan kaki dengan sangat nyaman dan aman. Trotoar lapang, dan taman fantastis tegak di mana-mana. "Kesehatan kita selalu prima karena kita selalu berjalan kaki. Udara pun bersih," ujar Harry Ponto baru-baru ini.

Tidak adil rasanya kalau kita membandingkan Chicago dengan DKI Jakarta. Akan tetapi ada baiknya keunggulan Chicago menginspirasi warga dan otoritas Ibu Kota untuk melakukan sesuatu secara optimal. Apabila Pemprov DKI mampu membuat trotoar di separuh kota saja sudah merupakan prestasi gilang gemilang. Atau pemprov mampu membuat selokan tidak mampat saja, sudah menjadi indikator pencapaian kinerja amat spektakuler.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau