Washington, Jumat
”Presiden Obama menyatakan penyesalan dan kekecewaan karena harus menunda lagi kunjungannya ke Indonesia dan Australia,” tutur Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs, Kamis (18/3) malam waktu setempat. Sedianya, Obama berkunjung ke Indonesia pada 23-25 Maret.
Obama, menurut Gibbs, telah mengatakan kepada kedua kepala negara bahwa reformasi layanan kesehatan adalah prioritas penting.
”Presiden (Obama) yakin bahwa saat ini tempat baginya adalah berada di Washington untuk mengurus hal itu,” ungkap Jubir Gedung Putih itu.
Saat krusial bagi masa depan pemerintahan Obama dan Partai Demokrat pendukungnya, yakni pemungutan suara di DPR AS (House of Representatives) soal RUU ini, sebelum bisa disahkan, membuat ia harus menunggui prosesnya agar dapat membantu Partai Demokrat di Capitol Hill untuk menghimpun suara bagi lolosnya RUU tersebut sampai menit-menit terakhir.
Meski demikian, kata Jubir Gedung Putih, Obama meyakinkan rakyat Indonesia bahwa dia masih menantikan kunjungan ke bekas rumah masa kecilnya dulu, setelah persoalan reformasi layanan kesehatan selesai.
Obama mengatakan, lebih masuk akal untuk menunggu hingga Juni agar dia dan keluarganya tidak buru-buru saat mengunjungi Indonesia.
Meski Indonesia sudah keburu bersiap-siap menerima kunjungan Obama yang tertunda untuk kedua kalinya ini, pihak Indonesia memaklumi.
”Sebelum ada penundaan dari tanggal 20 Maret ke tanggal 23 Maret, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengirimkan pesan kepada Presiden Obama bahwa kunjungan ini sebaiknya dilakukan pada saat masalah politik dalam negeri Presiden Obama sudah selesai,” tutur Juru Bicara Kepresidenan RI Dino Patti Djalal dalam keterangan persnya di Kantor Presiden di Jakarta, Jumat (19/3).
Presiden Yudhoyono juga telah mengusulkan agar kunjungan dilakukan pada bulan Juni saat ketegangan politik AS sudah
”Dengan begitu, Presiden Obama juga bisa membawa First Lady (Michelle Obama) dan kedua putrinya,” ujar Dino.
Namun, ketika Gedung Putih menyatakan bahwa kunjungan Presiden Obama siap dilakukan pada 23-25 Maret, Pemerintah Indonesia pun menyambut baik. Persiapan penyelenggaraan kunjungan juga sudah dilakukan.
”Tetapi, sekarang kita kembali ke usulan awal, usulan dari Presiden Yudhoyono,” kata Dino.
”Kami mendapat pesan dari Gedung Putih karena reformasi sistem kesehatan masih tidak pasti, apalagi
Meski diungkapkan secara tiba-tiba (kabar penundaan ini baru diterima Pemerintah Indonesia melalui komunikasi diplomatik antara Jakarta dan Washington DC pada Kamis sekitar pukul 22.30 WIB), menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Indonesia sangat memahaminya.
”Penundaan tidak mengganggu semua persiapan yang sudah dilakukan. Semua persiapan substansi sudah matang, antara lain Comprehensive Partnership Agreement, perjanjian di bidang investasi, perjanjian tentang kerja sama teknologi, dan lain-lain, dari sisi substansi sudah siap semua,” papar Marty Natalegawa, Jumat siang.
Sejumlah perlengkapan logistik Presiden Obama berupa kendaraan dan peralatan komunikasi pun sudah tiba di Bali—tempat lain yang akan dikunjunginya selain Jakarta—pada Kamis siang lalu, diangkut menggunakan pesawat kargo milik Angkatan Udara AS jenis Boeing C17 Globemaster, tetapi hal itu tidak menjadi masalah.
”Pasti logistik itu akan diambil dan diangkut kembali dengan pesawat yang sama. Hanya soal waktunya pihak AS belum memastikan,” ungkap Komandan Pangkalan Udara Ngurah Rai Letnan Kolonel (Penerbang) Aldrin P Mongan, yang ditemui di Denpasar, Bali, Kamis.
”Justru sistem dan operasi pengamanan kita akan lebih optimal karena ada waktu lebih lama untuk mempersiapkan diri,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Sutisna di sela-sela simulasi penanggulangan aksi teror yang digelar bekerja sama dengan Kodam IX Udayana di Kuta, Bali. Sedikitnya 400 personel kedua lembaga dilibatkan dalam simulasi yang digelar hingga hari Sabtu esok.