Bulan Depan, AS-Rusia Teken Perjanjian Peluncuran Nuklir

Kompas.com - 20/03/2010, 05:04 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Perjanjian baru perlucutan senjata nuklir Rusia-Amerika Serikat (AS) akan ditandatangani di Eropa April mendatang, kata seorang pembantu senior PM Vladimir Putin, Jumat (19/3/2010). Perkembangan terbaru di seputar kesepakatan yang akan menggantikan Perjanjian Pengurangan Senjata-Senjata Strategis (START) tahun 1991 itu disampaikan Wakil Kepala Staf Vladimir Putin, Yuri Ushakov.
  
Menurut Kantor Berita RIA, Yuri Ushakov yang berbicara kepada pers seusai pertemuan Putin dengan Menlu AS Hillary Clinton mengatakan, penandatanganan perjanjian baru itu tidak dilakukan di Washington. "Perjanjian pengganti START I itu mungkin ditandatangani di Eropa, bukan Washington," katanya.
    
Pekan lalu, para pemimpin AS dan Rusia sudah menyampaikan keyakinannya bahwa kedua negara akan mencapai perjanjian baru perlucutan senjata nuklir. START yang akan berakhir Desember mendatang itu dipandang sebagai penanda perjanjian senjata nuklir di era Perang Dingin.
    
Menurut Kremlin, kedua pemimpin mengungkapkan kepuasan mereka pada kesiapan lahirnya perjanjian baru perlucutan senjata nuklir itu.
    
Dalam pembicaraan telepon mereka, Presiden Barack Obama dan Dmitry Medvedev menekankan adanya kemungkinan penetapan tanggal pasti penyerahan naskah kesepakatan untuk ditandatangani keduanya. Namun, Kremlin tidak memberikan tanggal spesifik bagi penyerahan naskah kesepakatan untuk ditandatangani kedua kepala negara tersebut.
    
Ditandatangani pada 1991, START berhasil mendorong kedua negara mengurangi secara signifikan penyimpanan nuklir mereka.
    
Perjanjian itu juga menetapkan langkah-langkah verifikasi guna membangun rasa saling percaya di antara kedua negara yang pernah menjadi musuh bebuyutan semasa Perang Dingin tersebut.
    
Prospek perjanjian baru itu sendiri sudah terlihat sejak Obama dan Medvedev sepakat mengurangi antara 1.500 dan 1.675 kepala nuklir masing-masing negara.
    
AS sendiri kini memiliki 2.200 kepala nuklir sedangkan Rusia diperkirakan mempunyai sekitar 3.000 kepala nuklir.
    
Dengan adanya perjanjian baru tersebut, ambisi presiden AS untuk mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir dapat tercapai.
    
Menurut seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan tim perunding AS tidak terburu-buru membahas START demi perjanjian baru yang diharapkan dapat ditandatangani sebelum April 2010. Pada April 2010 itu, AS menjadi tuan rumah KTT non-proliferasi nuklir.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau