Penggunaan Alkohol Lebih Buruk Ketimbang Narkotika

Kompas.com - 20/03/2010, 09:44 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com - Penyalahgunaan alkohol menjadi masalah yang lebih besar bagi masyarakat Pasifik dibandingkan dengan narkotika, demikian laporan Australia, yang mengaitkan minum dengan kekerasan dalam rumah tangga dan masalah luas kesehatan.

Survei Burnet Institute, yang dipimpin oleh Australian National Council on Drugs, mendapati bahwa alkohol adalah bagian utama keprihatinan di Pasifik, yang sebagian masyarakat terpencilnya termasuk di antara yang paling miskin di dunia.

"Itu dengan jelas mengidentifikasi alkohol sebagai bahan utama keprihatinan di wilayah Pasifik dan memperlihatkan kanabis adalah obat terlarang utama yang paling memprihatinkan di wilayah itu," kata penulis bersama studi tersebut, Robert Power, pekan ini.

"Ini adalah untuk pertama kali kami memperoleh gambaran yang jauh lebih jelas mengenai bahaya besar yang menyebar di banyak negara yang menjadi tetangga kami. Alkohol dipandang sebagai faktor utama penyumbang bagi sejumlah masalah kesehatan yang menyerang rakyat di Pasifik," katanya.

Laporan itu menyeru pembuat minuman di Australia dan Selandia Baru, yang produk mereka digunakan secara luas di Pasifik, agar membantu menghapuskan masalah tersebut. Rekomendasi meliputi penyediaan program perawatan dan peningkatan pengumpulan data.

"Kami menyaksikan terus-menerus bahaya jelas yang ditimbulkan oleh alkohol bagi masyarakat Australia," kata John Herron, pemimpin dewan Australia.

"Peningkatan masalah yang berkaitan dengan alkohol dan pontesi peningkatannya di Pasifik sangat besar --terutama jika kita tak bertindak sekarang," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau