Jangan Terlalu Berharap pada Presiden dari Demokrat

Kompas.com - 20/03/2010, 10:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Mayoritas tanggapan masyarakat terhadap rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia dinilai berlebihan. Menurut pengamat militer Hermawan Sulistyo, salah besar jika kedatangan Obama diartikan sama dengan kucuran dana dan investasi ke negara kita.

Hermawan menilai itu hanyalah mispersepsi. "Jangan karena Obama pernah tinggal di Indonesia lalu kita berharap mereka bawa uang. Bawa investasi besar. Demokrat itu tak bawa tujuan itu. Kedatangan obama itu tak akan membawa banyak bantuan," tuturnya dalam diskusi mingguan Polemik di Warung Daun Cikini, Sabtu (20/3/2010).

Menurutnya, Partai Demokrat di AS memang kalah jauh dari Partai Republik dari segi basis tujuan dan visi misinya terhadap negara. Hal ini, lanjutnya, mengacu pada fakta politik di AS. Oleh karena itu, tentu Obama akan mewakili sikap Demokrat terkait bantuan dan perdamaian itu.

Hermawan juga mengritik persiapan penyambutan yang berlebihan oleh publik Indonesia, padahal seharusnya ketika AS datang ke Indonesia, kita harus bernegosiasi dalam hal kontrak kerja tambang dan kerja sama militer.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau