Mourinho Dibenci Sekaligus Dicintai

Kompas.com - 20/03/2010, 20:09 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giancarlo Abete, mengaku berharap pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, betah dan bertahan terus di Serie-A. Hal ini cukup mengejutkan mengingat dalam banyak  kesempatan, Mourinho dikecam publik sepak bola Italia, termasuk juga oleh Abete, karena perilakunya yang dinilai kontroversial.

Perilaku itu, misalnya, adalah ketika Mourinho menyilangkan tangannya ketika Walter Samuel dan Ivan Cordoba mendapat kartu merah pada laga Serie-A melawan Sampdoria, Februari silam. Akibat bahasa tubuh itu, Mourionho diskors tiga pertandingan.

Contoh lainnya adalah saat Mourinho mengaku merasa adanya kekuatan tak terlihat yang berusaha menjatuhkan Inter. Hal ini berkaitan dengan sejumlah keputusan wasit yang, dinilai Mourinho, tidak berdasar fakta dan merugikan Inter.

Namun, semua "cacat" itu seakan lenyap ketika Mourionho berhasil membawa Inter Milan ke perempat final Liga Champions musim ini. Sebagai satu-satunya tim Italia yang masih bertahan di ajang Eropa, baik Liga Champions maupun Liga Europa, Inter pun menjadi satu-satunya harapan sepak bola Italia menjaga reputasinya di muka Eropa.

Hal itu membuat Abete menyadari bahwa terlepas dari kelakuan yang nyeleneh, Mourinho merupakan pelatih jenius yang bisa diharapkan meningkatkan daya saing sepak bola Italia. Karenanya, menanggapi rumor soal kemungkinan Mourinho pindah ke Real Madrid musim depan, Abete berharap Mourionho tak tergoda.

"Saya akan menyesal bila ia pergi. Karena terlepas dari bagimana dirinya, ia tetaplah pelatih hebat, Ia adalah sosok di permukaan. Salah satu yang orang yang melayani sepak bola kami. Saya berharap, ia tetap (di Italia) untuk waktu yang lama," aku Abete.

"Sekarang kami membutuhkan Inter untuk bekerja sebaik mungkin di Liga Champions. Selain untuk mereka, ini juga untuk sepak bola Italia, yang peringkatnya terancam digusur oleh Jerman. Jangan lupa, Jerman masih memiliki tiga tim di perempat final (Liga Champions dan Liga Europa)," tambahnya.

Tiga wakil Jerman yang disebut Abete adalah Bayern Muenchen (Liga Champions), Hamburg (Liga Europa), dan Wolfsburg. (TTM/FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau