Diet Kalori Bikin Awet Muda

Kompas.com - 21/03/2010, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Anda tentu sepakat ketika dikatakan pola dan asupan makanan menjadi sumber segala macam penyakit. Akhirnya penyakit menggerogoti tubuh dan bahkan mengurangi umur Anda.

Salah satu faktor berkurangnya masa hidup disebabkan organ tubuh yang mulai rusak. Pengobatan bisa berbagai rupa, namun pencegahan menjadi cara paling efektif untuk menjaga organ tubuh dan memperpanjang usia.

Diet ketat kalori bisa menjadi salah satu caranya. Mengurangi kalori hingga 1.900 kilo kalori tak hanya menurunkan berat badan, namun bisa memperpanjang umur. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah orang di Amerika seperti ditayangkan Oprah Winfrey Show edisi "Extreme Life Extension", ditayangkan Metro TV pada Sabtu (20/3/2010) lalu.

Pengacara sukses, Joe (50) dinyatakan sehat secara fisik seperti orang berusia 20 tahun. Rahasianya, Joe menjalani diet ketat kalori dengan hanya mengonsumsi salad buah dan sayuran dalam porsi besar saat makan siang, mengurangi gula, dan makanan dengan kalori tinggi. Bahkan kue ulang tahunnya dibuat tanpa gula dan tepung.

Menurut Joe, motivasi kuat dan tujuan untuk kesehatan tubuh menjadi satu-satunya kekuatan untuk tetap konsisten menjalani diet ketat kalori. Bagaimana pun makanan enak yang belum tentu sehat ada dimana-mana, bukan? Meski merasa tergoda, Joe kembali memotivasi dirinya untuk menghindari makanan enak.

Lantas apa positifnya diet ketat kalori? Joe mengaku, tubuhnya lebih bertenaga, bisa bekerja lebih baik dan yang terpenting tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, semuanya dinyatakan normal dan stabil.

Pengalaman ini diceritakan juga oleh Paul. Dalam usianya kini (60), Paul merasa muda dan bertenaga. Banyak anggapan jika mengurang kalori Anda akan lemas, namun tak terbukti bagi Paul. Karena justru diet ketat kalori membuat tubuhnya lebih bertenaga. Positifnya lagi, penglihatan Paul dalam usia senja masih terjaga baik.

Meskipun demikian, diet ketat kalori punya risiko. Dr Mehmet Oz, narasumber dalam acara tersebut, menjelaskan jika tidak dijalankan dengan tepat dan benar diet ini berisiko seperti kekurangan zat besi dan terkena anemia. Diet yang tidak tepat juga menyebabkan kekurangan kalisum yang akan melemahkan tulang. Karena itu sebaiknya konsultasikan kepada dokter Anda jika ingin menerapkan diet ketat kalori.

Komitmen kuat untuk tetap konsisten menjalani diet, menjadikannya gaya hidup, bukan sekadar program temporer sekadar ingin menurunkan berat badan, menjadi kunci utamanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau