JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (23/3/2010) pagi mendatang, akan langsung terbang dari Jakarta menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan, untuk membuka secara resmi Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU). Penggunaan sarana teleconference dibatalkan karena Presiden SBY memiliki waktu khusus setelah penundaan kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Kepastian pembukaan Muktamar NU oleh Presiden SBY disampaikan oleh Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada Kompas, Minggu (21/3/2010) sore tadi. Dijadwalkan, seusai membuka muktamar, Presiden baru akan kembali ke Jakarta, Selasa sore pukul 15.00 waktu Indonesia Tengah (WITA). Rangkaian acara seremonial pembukaan Muktamar NU dijadwalkan akan berlangsung sejak pukul 10.00 WITA hingga pukul 14.00 WITA.
"Presiden memberikan waktu khusus untuk langsung datang ke Makassar untuk membuka Muktamar ke-32 NU. Berangkat pagi hari pukul 08.00 WIB, pulang sore harinya pukul 15.00 WITA. Sementara, acara dalam kunjungan kerja Presiden itu hanya menghadiri pembukaan Muktamar NU," tandas Julian.
Menurut Julian, memang, semula Presiden SBY hanya akan membuka Muktamar NU dengan teleconference dari Istana Negara. Waktu itu, dengan pertimbangan, agenda Presiden padat karena adanya kunjungan kenegaraan Presiden AS Barack Obama yang semula dijadwalkan pada Selasa besok. "Namun, karena ditunda Juni kunjungannya, maka Presiden mempunyai waktu untuk datang langsung untuk membuka Muktamar NU," jelas Julian.
Dalam pembukaan Muktamar NU, lanjut Julian, Presiden Yudhoyono akan berpidato terkait dengan muktamar kaum Nahdliyin.
Tentang pertemuan Presiden Yudhoyono dengan salah satu kandidat Ketua Umum NU KH Said Agil Sirajd di kediaman pribadi Presiden di Puri Indah Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Julian mengaku tidak hadir sehingga ia tidak bisa berkomentar banyak.
"Memang, ada sejumlah agenda internal Presiden Sabtu (20/3/2010) lalu, akan tetapi saya tidak hadir dalam pertemuan Presiden dengan Pak Said Agil," ujar Julian.
Ia juga tidak bisa berkomentar lebih jauh saat ditanya apakah pertemuan tersebut sebagai bentuk dukungan Presiden terhadap Said Agil sebagai calon ketua umum. "Maaf, saya tidak memberikan komentar lebih jauh," demikian Julian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang