Tambang Timah Ilegal Makin Marak

Kompas.com - 22/03/2010, 01:55 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Himpunan Advokasi Provinsi Bangka Belitung (Babel) atau Babel Lawyer Club, meminta pemerintah daerah memperketat izin pertambangan timah untuk mencegah kerusakan lingkungan dan kawasan objek wisata potensial. "Izin pertambangan timah harus diperketat untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan lebih parah dan menjaga kawasan objek wisata pantai potensial yang juga menjadi lahan tambang liar," kata Ketua Babel Lawyer Club, Adystia Sunggara di Pangkal Pinang, Minggu (21/3/2010).
     
Hal itu dikemukakannya sehubungan semakin maraknya tambang timah ilegal yang merambah kawasan hutan lindung dan kawasan pantai yang menjadi objek wisata potensial. "Maraknya tambang timah tanpa izin itu akibat lemahnya pengawasan dari pemerintah dan aparat keamanan," katanya.
     
Memperketat izin pertambangan timah, kata dia, juga untuk mendukung program Visit Babel Archi 2010 yang menjadikan sektor kepariwisataan sebagai unggulan. "Tambang timah sudah merambah kawasan objek wisata pantai potensial, praktiknya jelas tidak mendukung program kunjungan wisata pada 2010 yang mengandalkan objek wisata pantai untuk menarik para wisatawan domestik dan mancanegara," katanya.
     
Pemerintah daerah diminta lebih selektif mengeluarkan izin pertambangan timah dengan menentukan kawasan mana saja yang boleh ditambang. "Tentukan batas-batas atau kawasan yang boleh ditambang agar para pengusaha tambang timah tidak menambang di luar aturan," ujarnya.
     
Dia meminta pemerintah daerah dan aparat lebih tegas menindak praktik penambangan yang melanggar aturan sebagai bentuk penegakan hukum yang mendatangkan efek jera. "Aturan penambangan itu sudah jelas, diharapkan para penambang timah mematuhinya dan aparat berkompeten lebih tegas dalam melakukan penindakan untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan cukup parah," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau