Wapres Sudah Pidato 10 Menit, Gubernur DKI Baru Datang

Kompas.com - 22/03/2010, 09:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo datang terlambat menemani kunjungan kerja Wakil Presiden Boediono di Jakarta Selatan. Saat Boediono tengah memberikan pengarahan kepada para pejabat dalam lingkungan Pemkot Jaksel sekitar 10 menit, Fauzi Bowo baru nongol.

Karena datang terlambat, kursi untuk Fauzi Bowo pun baru digotong dua petugas protokol wanita Sekretariat Wapres ke panggung utama. Wapres sendiri memberikan salam saat Fauzi Bowo yang menggunakan seragam hijau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masuk dan berjalan menuju kursi tamu-tamu penting di jejeran panggung utama pejabat.

"Ini, saya lagi menjelaskan soal Bantar Gebang, yang kemarin saya kunjungi," ujar Boediono.

Sebelum Fauzi Bowo datang, Boediono yang hanya ditemani Wali Kota Jaksel Syahrul Effendi dan sejumlah menteri tengah menjelaskan mengenai wajah kota DKI yang sarat dengan masalah, seperti kemacetan, banjir, permukiman penduduk yang sporadis, serta layanan publik ke masyarakat yang baik dan terpadu. "Masalah-masalah ini harus diselesaikan bersama karena ini wajah Ibu kota kita, etalase bangsa kita," kata Boediono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau