Tata Andalkan Motor Listrik dari TM4, Kanada

Kompas.com - 22/03/2010, 10:17 WIB

QUEBEC, KOMPAS.com – Banyak orang kagum dengan prestasi yang dicapai Tata Motors, India akhir-akhir ini. Selain membuat mobil paling murah di dunia (Nano), tahun lalu dan awal bulan ini, kembali membuat kejutan, menampilkan prototipe mobil listrik.

Tahun lalu, Tata menampilkan mobil listrik pertamanya di Pameran Mobil Jenewa, yaitu Indica Vista. Pada awal bulan ini, memajang Nano Listrik.

e-Motor
Ternyatanya, untuk sistem penggerak kelistrikannya, termasuk motor listrik, tidak dibuat sendiri oleh Tata, tetapi dipasok dari sebuah perusahaan Kanada yang mengkhususkan diri di bidang kelistrikan, yaitu TM4. Produknya yang digunakan Tata disebut motor magnet permanen TM4MOTIV.

Menurut Eric Azeroual, Manajer Pengembangan Bisnis TM4, Tata telah diberi motor listrik desain terakhir mereka yang canggih. Motor listrik tersebut punya keunggulan, lebih kecil, ringan dan murah sehingga sangat cocok untuk semua mobil listrik atau kendaraan hibrida plug-in.

Motor listrik atau e-motor itu telah dirpoduksi perusahaan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Perbandingan antara bobot dan tenaga, merupakan yang terbaik di kelasnya.

TM4 sendiri merupakan bagian dari Hydro-Quebec, perusahaan yang membuat pembangkit hidroelektrik di Kanada. Perusahaan ini juga telah bekerja dengan untuk memasarkan mobil listrik Mitusbihi iMiEV di kota tersebut.

Perusahaan tersebut mampu menghasilkan 10.000 e-motor per tahun. Motornya dirancang dari 10 kW (buat mobil golf) sampai 660 kW (generator bertenaga angin dan buat kapal).

Eropa
Tahun lalu, Tata India membeli motor 110TM4MΦTIVE sebagai sumber penggerak kendaraan listrik pertamanya, yaitu Indica Vista. Sementara itu, orang #2 Tata Motors, Ravi Kant memastikan bahwa Indica Vista akan diperkenalkan di Eropa pada akhir tahun ini.

Tata Motor juga telah memilih Miljø Innovasjon perusahaan Nowergia yang dibelinya untuk membuat sistem kontrol elektronik. Sedangkan untuk baterai lithium-ion dibeli dari Electrovaya, juga dari Kanada.

Tata telah memperlihatkan konsep Nano Listrik yang menggunakan motor listrik TM4 pada awal bulan ini. Nano listrik mengganti mesin bensin yang dipasang di roda belakang dengan motor 240 volt/400 amp dan paket baterai lithium-ion 12 kWh yang dikembangkankan bersama dengan Miljø Innovasjon.

Tata mengklaim, Nano lstrik empat penumpang, sekali isi baterainya bisa digunakan untuk jarak 160 km dengan kemampuan akselerasi dari 0-60 kpj dalam 10 detik.

Langsung di Roda
Prestasi hebat yang berhasil dibuat TM4 adakag membuat motor listrik yang langsung dipasang pada roda atau hub-roda.

Untuk memaksimumkan torsi, rancangan TM4 menggunakan topologi terbalik. Motor berputar di luar stator. Menurut Eric Azeroual, konfigurasi ini mampu mempebesar radius dari hub ke rotor, sehingga momen bertambah besar.

Juga dijelaskan, motor listrik yang bekerja pada putaran tinggi, 10.000 rpm.”Makin tinggi putaran motor, bertambah pula densitas tenaga. Ukuran motor makin kecil dan harga tentu saja jadi lebih murah,” jelasnya.

Sebagai contoh, motor MΦ 120 dengan bobot 32 kg menghasilkan tenaga maksimum 120 kW, atau 37 kW untuk kontinyunitas). Sedangkan torsi maksimum 170 Nm (kontinyunitas 78 Nm). Perbandingan tenaga dan beratnya 4,6 kW/kg. Untuk pendingin digunakan campuran air dan glycol 40: 60. Densitas paket sangat mantap karena motor dari perusahaan ini menggunakan gulungan kabel rata.

“Kami mempunyai paten dengan gulungan lebih pendek. Semua motor listrik TM4 dirancang bekerja dengan grid pengisian pintar,” tegasnya.

Sumber: SAE online

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau