JAKARTA, KOMPAS.com — Seusai mengikuti ujian Bahasa Indonesia, para siswa merasa grogi. Mereka tidak yakin mendapatkan nilai maksimal dari mata pelajaran ini. Sebagian soal dijawab siswa dengan cara mengira-ngira karena tidak tahu jawaban yang benar.
"Waduh, banyak soal yang sulit dipahami. Terutama ketika saya diminta mengartikan puisi, saya menembak (mengira-ngira) saja. Ada lima soal (dari 50 soal) yang saya benar-benar tidak tahu," tutur siswa SMA 78 Jakarta, Kelas 12 IPA C, Baginda Buchori, Senin (22/3/2010), saat ditemui di sela-sela waktu istirahat.
Dia merasa soal Bahasa Indonesia banyak mengecoh siswa karena antara soal yang satu dan soal yang lain mirip. Pada saat latihan soal sebelum ujian, dua guru yang membimbingnya mempunyai jawaban yang berbeda. "Jawaban soal Bahasa Indonesia itu sepertinya sesuai dengan keyakinan masing-masing aja," katanya sambil tersenyum.
Keluhan yang sama disampaikan oleh Riski, siswa SMA 78 Jakarta, Kelas IPA C Riski. Dia merasa benar-benar belajar ketika membaca soal Bahasa Indonesia. Ketika ditanya mengenai kesulitan, dia hanya geleng-geleng sambil menarik napas dalam.
Untuk melepas ketegangan, sebagian siswa SMA 78 berkerumun di masjid sekolah. Di tempat ini mereka menunaikan shalat sunah menjelang ujian berikutnya, yaitu mata pelajaran Biologi untuk siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Sosiologi untuk siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang