Selain Soal Tertukar, Banyak Lembar Jawaban Rusak

Kompas.com - 22/03/2010, 11:08 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Kekisruhan ujian nasional di Karangasem, Bali,  terus berlanjut. Setelah sebelumnya terjadi kasus tertukarnya soal ujian Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris, ditemukan juga lembar jawaban komputer atau LJK yang rusak di sejumlah sekolah, seperti SMA Negeri 1 Karangasem, SMA PGRI 1 Karangasem, dan MAN 1 Karangasem.

Karena merasa kebingungan, beberapa sekolah memutuskan tetap memakai LJK yang rusak tersebut. "Karena jumlahnya kurang, LJK yang rusak tetap kami pakai," ujar I Gede Jabang, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Karangasem. Selain LJK rusak, di beberapa sekolah juga ada LJK yang tidak sesuai dengan jumlah siswa atau kurang dari jumlah peserta ujian.

"Jika ada LJK rusak masih ada LJK cadangan, tetapi jika cadangan juga tidak mencukupi, mau enggak mau kami fotokopi," ujar I Wayan Suasta, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali.  "Nanti setelah LJK yang asli datang, kami beri kesempatan kepada siswa untuk menyalin jawabannya ke LJK asli," ujarnya.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bali sudah berkoordinasi dengan pengawas ujian sekolah yang bersangkutan untuk memberikan dispensasi tambahan waktu bagi siswa yang terpaksa mengerjakan di LJK fotokopi untuk menyalin di LJK yang asli.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau