JAKARTA, KOMPAS.com — Pergerakan nilai tukar rupiah menunjukkan "gigi"-nya dalam beberapa pekan terakhir ini. Meski demikian, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan, pihaknya takkan melakukan intervensi untuk menahan nilai rupiah di level tertentu.
"Kita tidak melakukan segala hal untuk membuat dia berhenti di satu titik atau dalam situasi naik atau turun kita tidak punya target harus sekian," kata Darmin, saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (22/3/2010).
Darmin menyatakan, pihaknya bakal tetap menjaga volatilitas nilai tukar rupiah. Tujuannya agar pergerakan rupiah tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. "Kita tetap saja kalau soal nilai tukar, kita itu perhatian utama kita jangan volatilitasnya terlalu tinggi. Kita memang menjaga volatilitasnya tinggi, begitu saja," papar Darmin.
Pagi ini, performa nilai tukar rupiah yang positif masih berlanjut dan berada di level 9.122 per dollar AS. Nilai rupiah naik tipis tiga poin dibandingkan penutupan pada Jumat (19/3/2010) silam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang