Menunggu Pak Guru Berkelahi, UN Molor 30 Menit

Kompas.com - 22/03/2010, 14:17 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Pelaksanaan ujian nasional di SMA Negeri 2 Kupang, Senin (22/3/2010), molor sekitar 30 menit menyusul perkelahian antara seorang guru dan pegawai di sekolah tersebut.
    
"Perkelahian antara guru dan pegawai di SMA Negeri 2 Kupang menjelang detik-detik dimulainya pelaksanaan UN sehingga molor sekitar 30 menit dari waktu yang ditentukan pukul 07.30 Wita," kata Ketua Panitia UN Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT I Nyoman Mertayasa.
    
"Perkelahian antara oknum guru dan pegawai di SMA Negeri 2 Kupang itu merupakan masalah lama yang belum diselesaikan", kata Mertayasa tanpa menyebutkan identitas guru dan pegawai yang berkelahi itu.
    
"Memang ada perkelahian, tetapi tidak mengganggu jalannya pelaksanaan UN bagi anak-anak di sekolah tersebut. Mereka hanya terlambat 30 menit dari waktu yang ditentukan," ujarnya.
    
Masalah pertengkaran antara oknum guru dan pegawai di SMA Negeri 2 Kupang itu beredar cepat di Kupang sehingga menarik minat para wartawan untuk meliput di lokasi tersebut meski sedang meliput kegiatan Gubernur NTT Frans Lebu Raya yang tengah memantau pelaksanaan UN pada sejumlah sekolah di Kota Kupang.
    
Ketika para pekerja pers ke SMA Negeri 2 yang bersebelahan dengan Kantor Balaikota Kupang, seorang anggota satuan pengamanan (satpam) di sekolah tersebut mendorong wartawan MetroTV, Eginius Suni, sehingga persoalan nyaris meluas. Anggota satpam itu berusaha menghalang-halangi wartawan mengambil gambar, bahkan mendorong kamera milik wartawan MetroTV hingga nyaris terjatuh.
    
Hanya, kasus ini segera diselesaikan secara damai oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Mucshin Talib. Talib meminta maaf kepada wartawan atas perlakuan kasar anggota satpam di sekolah tersebut.
    
Kepala Dinas PPO NTT Thobias Uly yang dimintai konfirmasi mengatakan, pelaksanaan ujian nasional di provinsi kepulauan itu berlangsung lancar, diikuti 48.523 murid. Dia mengaku mendapat laporan dari 21 kabupaten/kota yang umumnya menyampaikan pelaksanaan ujian nasional berlangsung aman dan lancar.
    
Di Kupang, Thobias Uly mendampingi Gubernur Lebu Raya melakukan peninjauan ke SMA Negeri 4, SMA Negeri 3, SMA Kristen, dan SMK Negeri 3 Kupang serta mendapat penjelasan bahwa pelaksanaan ujian berlangsung aman dan lancar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau