Anggota DPRD Sabu Raijua "Ngantor" di RSUD

Kompas.com - 22/03/2010, 14:41 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Pemerintahan Kabupaten Sabu Raijua di Pulau Sabu, NTT, terpaksa "menyulap" sebagian gedung Rumah Sakit Umum (RSU) setempat untuk dijadikan sebagai Kantor DPRD.
    
"Para anggota dewan Sabu Raijua yang akan dilantik pada Rabu (24/3/2010), akan menempati salah gedung RSU Sabu untuk melakukan aktivitas. Sebagai kabupaten bungsu di NTT, kami belum mampu membangun gedung DPRD," kata Penjabat Bupati Sabu Raijua Thobias Uly di Kupang, Senin (22/3/2010).
    
Uly yang juga Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT itu mengatakan, gedung DPRD Sabu Raijua baru akan dibangun pada tahun anggaran 2011.  "Pasien yang ada di rumah sakit tersebut tetap dilayani seperti biasa, karena sebagian gedung yang akan ditempati anggota DPRD Sabu Raijua tidak bergabung dengan ruang perawatan," katanya.
    
DPRD Sabu Raijua baru terbentuk dan keanggotaannya baru akan dilantik pada Rabu (24/3/2010), karena daerah otonom tersebut baru dimekarkan dari Kabupaten Kupang dan diresmikan pada pertengahan 2009 lalu. Uly mengatakan, semula pihaknya berencana menjadikan gedung bekas kantor camat Sabu Barat sebagai gedung DPRD, namun karena sangat kecil, sehingga tidak memadai untuk kegiatan 20 anggota DPRD Sabu Raijua.
    
"Gedung bekas kantor camat itu tidak representatif untuk ruang sidang dewan," kata Uly dan menambahkan, anggota DPRD Sabu Raijua terpilih mewakili enam kecamatan yang ada di Pulau Sabu dan raijua, yakni Sabu Barat, Sabu Tengah, Sabu  Timur, Sabu Liae, Hawu Mehara, dan Raijua.
    
Anggota DPRD Sabu Raijua terbanyak berasal dari Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masing-masing empat orang, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menempatkan dua wakil dan 10 orang mewakili 10 partai antara lain Hanura, Gerindra, Patriot, Demokrat, Pelopor, PKPB,  dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau