Dirjen Pajak Heran Pegawainya Punya Rp 25 Miliar

Kompas.com - 22/03/2010, 16:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Mochamad Tjiptardjo mengaku heran ada pegawai negeri di lembaganya bernama Gayus Tambunan (GT) dikabarkan memiliki rekening Rp 25 miliar. Apalagi, disebut-sebut Gayus sebagai makelar kasus di Direktorat Jenderal (Ditjen Pajak).

"Saya juga heran. Justru itu yang saya mau lihat. Makanya, GT kami periksa hari ini," kata Mochamad Tjiptardjo kepada wartawan di Kantor Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/3/2010).

Menurut Tjiptardjo, Gayus sejak dulu pegawai negeri biasa tanpa jabatan struktural di lingkungan Ditjen Pajak. Lengkapnya, Gayus merupakan petugas bagian Penelaah Keberatan dengan golongan 3A. "Sejak kasus ini, GT tidak jadi petugas Penelaah Keberatan lagi," kata Tjiptardjo.

Menurut Tjiptardjo, sejak pukul 10.00 WIB hari ini, GT diperiksa di Direktorat Kepatuhan Internal Sumber Daya Aparatur (Kitsda) lantai 20 Gedung Utama Kantor Pusat Ditjen Pajak. "Nanti kalau GT mau beri keterangan ke wartawan, silakan. Itu hak asasi dia," kata Tjiptardjo.

Gayus diperiksa setelah mencuat pernyataan mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji bahwa Gayus diduga memiliki rekening Rp 25 miliar. Diduga Gayus adalah makelar kasus di Ditjen Pajak.

"Kami periksa GT dalam hal administrasinya. Kalau terkait kasus hukum di Bareskrim, tadi pagi GT sudah dipanggil ke Bareskrim. Makanya kami baru memulai pemeriksaan pukul 10.00 WIB," kata Tjiptardjo.

Menurut Tjiptardjo, pemeriksaan atas Gayus untuk melihat sejauh mana dugaan pelanggaran administrasi yang bersangkutan serta apa ada kaitannya dengan pejabat di atasnya. "Atasannya (GT) dipanggil semua. Terus kami proses lebih lanjut," kata Tjiptardjo.

Ketika ditanya bagaimana mungkin pegawai biasa saja bisa memiliki rekening hingga Rp 25 miliar? Tjiptardjo menyahut dengan nada tinggi, "Itu teori pitagoras. Bisa jadi atasannya justru tak punya apa-apa. Ini bukan cerminan Ditjen Pajak. Tapi kalau ada bukti silakan dibuktikan."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau