JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Mochamad Tjiptardjo mengaku heran ada pegawai negeri di lembaganya bernama Gayus Tambunan (GT) dikabarkan memiliki rekening Rp 25 miliar. Apalagi, disebut-sebut Gayus sebagai makelar kasus di Direktorat Jenderal (Ditjen Pajak).
"Saya juga heran. Justru itu yang saya mau lihat. Makanya, GT kami periksa hari ini," kata Mochamad Tjiptardjo kepada wartawan di Kantor Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/3/2010).
Menurut Tjiptardjo, Gayus sejak dulu pegawai negeri biasa tanpa jabatan struktural di lingkungan Ditjen Pajak. Lengkapnya, Gayus merupakan petugas bagian Penelaah Keberatan dengan golongan 3A. "Sejak kasus ini, GT tidak jadi petugas Penelaah Keberatan lagi," kata Tjiptardjo.
Menurut Tjiptardjo, sejak pukul 10.00 WIB hari ini, GT diperiksa di Direktorat Kepatuhan Internal Sumber Daya Aparatur (Kitsda) lantai 20 Gedung Utama Kantor Pusat Ditjen Pajak. "Nanti kalau GT mau beri keterangan ke wartawan, silakan. Itu hak asasi dia," kata Tjiptardjo.
Gayus diperiksa setelah mencuat pernyataan mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji bahwa Gayus diduga memiliki rekening Rp 25 miliar. Diduga Gayus adalah makelar kasus di Ditjen Pajak.
"Kami periksa GT dalam hal administrasinya. Kalau terkait kasus hukum di Bareskrim, tadi pagi GT sudah dipanggil ke Bareskrim. Makanya kami baru memulai pemeriksaan pukul 10.00 WIB," kata Tjiptardjo.
Menurut Tjiptardjo, pemeriksaan atas Gayus untuk melihat sejauh mana dugaan pelanggaran administrasi yang bersangkutan serta apa ada kaitannya dengan pejabat di atasnya. "Atasannya (GT) dipanggil semua. Terus kami proses lebih lanjut," kata Tjiptardjo.
Ketika ditanya bagaimana mungkin pegawai biasa saja bisa memiliki rekening hingga Rp 25 miliar? Tjiptardjo menyahut dengan nada tinggi, "Itu teori pitagoras. Bisa jadi atasannya justru tak punya apa-apa. Ini bukan cerminan Ditjen Pajak. Tapi kalau ada bukti silakan dibuktikan."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang