Paramitha Rusady Tak Percaya Kecantikan Lahiriah Saja

Kompas.com - 22/03/2010, 18:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sosok cantik Paramitha Rusady (43) tampak menonjol di tengah orang-orang lain yang juga ikut kampanye peduli air bersih dalam rangka Hari Air Sedunia, Senin ini (22/3/2010), di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Paras jelitanya itu tak menghalanginya untuk menjalani kegiatan tersebut dan aktivitas-aktivitas luar ruang yang lain.

Aktris dan penyanyi ini mengaku menjunjung inner beauty atau kecantikan dari dalam di atas kecantikan fisik yang tampak dari luar. "Saya tidak percaya dengan kecantikan lahiriah saja, tetapi kita harus percaya dengan kecantikan batin," kata ibu satu anak ini.

Kepedulian terhadap kemanusiaan dan lingkungan pun, menurutnya, merupakan sumber dari  inner beauty. "Inner beauty itu harus dan semua itu datang dari rasa kepedulian kita, rasa cinta, rasa kasih kita kepada sesama, kepada lingkungan dan tentunya alam yang kita naungi ini," kata adik pemusik dan aktivis lingkungan Ully Sigar Rusady ini lagi.

Baginya pula, kehidupan itu haruslah seimbang. Makanya, ia tak berkeberatan mendatangi tempat kumuh, yang biasanya penduduknya kurang peduli terhadap kesehatan dan lingkungan. Dengan pergi ke sana, ia berharap bisa memberi masukan kepada mereka untuk hidup yang lebih baik.    

Kegiatan kemanusiaan dan peduli lingkungan, menjadi minat barunya di luar dunia hiburan, msekipun tidak mendatangkan uang bagi Mitha. Tapi, ia menyikapi hal itu dari sisi positifnya. "Kegiatan kemanusian ini barangkali merupakan suatu proses untuk meningkatkan perbaikan dalam kehidupan untuk menjadi yang lebih baik," ungkap Mitha, yang merilis album Bulan Ketiga pada Juni 2009. (Persda Network/esy)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau