Sepak bola

Kehebohan Sambut Operasi Beckham

Kompas.com - 23/03/2010, 03:32 WIB

Saat telepon berbunyi pukul satu dini hari pada Minggu (14/3), Dr Sakari Orava (64) langsung tahu bahwa hari itu tidak akan menjadi hari Minggu seperti biasanya. Telepon dari dokter klub AC Milan, klub tempat Beckham bermain, mengabarkan bahwa David Beckham cedera pada tendon achilles atau tendon di bagian belakang tungkai bawah kakinya.

Dokter klub mengabarkan, mereka ingin menemui Orava dan memintanya mengoperasi pemain gelandang tengah asal Inggris hari itu juga. ”Saya kemudian sulit kembali tidur setelahnya,” ujar Orava.

”Tetapi, sebagai orang Kristen yang saleh, saya dan istri berdoa, bukan karena kami, melainkan karena ada kuasa yang lebih besar yang akan membuatnya (Beckham) lebih baik. Setelahnya saya cukup percaya diri,” ujar Orava dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Jumat (19/3).

Di Finlandia, telepon mengenai kedatangan Beckham yang tidak biasa itu tersiar melalui warta berita dan menimbulkan kehebohan. Massa penggemarnya tampak berkerumun di bandara, juga di klinik yang terletak di barat daya kota Turku, Finlandia, tersebut. Mereka tidak hanya menyambut Beckham, tetapi juga istri Beckham, sang selebritas Victoria.

Atas kehebohan massa itu, Orava mengatakan, ia tetap berusaha tenang. ”Tentu saja, setiap orang akan tertarik pada berita itu. Untung saya sudah berpengalaman sehingga saya tidak perlu stres,” ujar Orava.

Ia melanjutkan, meski ada tekanan mental saat itu, ia berpikir tidak perlu menunjukkannya. ”Pekerjaan sudah menunggu dan tanganku tidak gemetaran,” ujar Orava.

Operasi terhadap tendon Beckham tuntas hari Minggu itu. Beckham, pemain gelandang tengah AC Milan, mengalami cedera tendon achilles dalam laga melawan Chievo Verona di laga Serie A hari Minggu tersebut. Atas cedera itu, Orava juga memastikan, Beckham akan absen turun ke lapangan setidaknya hingga enam bulan ke depan.

Beckham sendiri yang diprediksi bakal absen justru mengatakan, ia akan tetap berpikiran positif. Ia tetap akan fokus mengembalikan kebugarannya pada bulan-bulan mendatang.

Di persepakbolaan internasional, Orava dikenal sebagai dokter yang cakap menangani cedera otot. Orava sebelumnya adalah petinju yang pernah menyabet gelar juara kelas bantam 54 kilogram pada 1962 di Finlandia. Ia beralih menjadi dokter pada 1972. Ia mengawalinya dengan bekerja di sebuah klinik olahraga di utara Oulu. Di sana ia banyak menangani atlet yang cedera otot. ”Sebagai atlet, saya banyak merusak. Sekaranglah saatnya memperbaiki. Di klinik itu kebanyakan kasus yang saya tangani adalah cedera tendon achilles,” ujarnya.

Keterlibatan Orava dengan sepak bola dimulai pada awal 1990-an, tepatnya ketika berhasil menangani striker asal Italia, Pierluigi Casiraghi, yang cedera otot saat bertanding untuk Chelsea. Sejak saat itu ia banyak mengoperasi atlet sepak bola di Italia dan Spanyol. Keberhasilan mengoperasi Beckham menambah daftar atlet-atlet terkemuka yang pernah ia tangani. Mereka di antaranya Haile Gebrselassie, Josep Guardiola, Didier Deschamps, dan juga Marlene Ottey. (REUTERS/BBC/HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau