Sepak bola

PSIS Berpeluang ke Piala Indonesia

Kompas.com - 23/03/2010, 03:34 WIB

Semarang, Kompas - PSIS Semarang membuka peluang ke Piala Indonesia setelah menekuk Pro Duta Sleman 2-1 pada laga lanjutan Divisi Utama di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/3). Pemain muda Reza Dini menjadi pahlawan ”Mahesa Jenar” dengan mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Pada laga itu PSIS unggul terlebih dahulu melalui gol Imral Usman pada menit ke-31. Namun, tim tamu Pro Duta Sleman mampu membalas melalui Eka Santika pada menit ke-57.

Manajer Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho menyatakan, PSIS berpeluang besar lolos ke Piala Indonesia jika kembali menang dalam sisa dua pertandingan di kandang lawan.

Saat ini PSIS masih bertengger di peringkat kelima dengan 26 poin. Untuk lolos ke turnamen yang sebelumnya bernama Copa Dji Sam Soe ini, PSIS harus menduduki peringkat keempat.

Meski mendulang kemenangan, tuan rumah sering kali kerepotan dalam menghadapi serangan-serangan Pro Duta. Absennya dua pemain belakang, Eko Pujianto dan Idrus Gunawan, membuat barisan pertahanan PSIS kocar-kacir.

Pelatih Pro Duta Rully Nere mengakui, timnya seharusnya bisa menang jika pemainnya tidak banyak membuang peluang untuk mencetak gol. ”Ini membuktikan, mereka masih kurang pengalaman,” ujarnya.

Di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Jawa Barat, Persikab Kabupaten Bandung menumbangkan Gresik United 2-1. Dengan hasil itu, Persikab meraup 31 poin dan menempati peringkat keempat klasemen sementara.

Persikab menyisakan satu pertandingan lagi: laga tandang melawan Persikota di Tangerang. Dua gol Persikab masing-masing dicetak Bakri Umarella dan Marwansyah Agung. Sementara itu, gol tim tamu dicetak OJ Basile.

Di Stadion Abu Bakrin, Magelang, Jawa Tengah, PPSM Sakti Magelang ditahan tamunya Persiba Bantul 0-0. Kedua tim tidak bermain optimal akibat kondisi lapangan yang becek setelah hujan deras yang terus turun selama pertandingan.

Di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Persis Solo kembali menelan kekalahan. Mereka dipecundangi Persidafon Dafonsoro 0-2. Tim berjuluk ”Gabus Sen- tani” ini mencetak gol melalui tendangan Elie Aiboy dan Carlos Raul pada menit ke-55 dan ke-61. Dengan demikian, Persis yang belum pernah menang pada putaran kedua ini memastikan masuk zona degradasi karena hanya mengantongi 11 poin dan menjadi juru kunci klasemen sementara Grup 2 Divisi Utama.

Suporter Persis Solo, Pasoepati, mengekspresikan kekecewaan mereka dengan menyanyikan, ”Di sini kalah, di sana kalah, di mana-mana Persis-ku kalah.”

Pertandingan ini kembali disaksikan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Alex Bambang Riatmodjo yang menyampaikan maklumatnya agar semua pihak berlaku sportif, yang dibacakan Kepala Kepolisian Kota Besar Solo Komisaris Besar Joko Irwanto sebelum peluit kick off berbunyi.

”Saya minta maaf kepada warga Solo dan Pasoepati belum dapat mengangkat tim ini. Saya sudah berusaha keras, tetapi hasil berkata lain,” kata Pelatih Persis Solo Isman Jasulmei dengan nada pasrah.

Aji absen

Pelatih Persisam Putra Samarinda Aji Santoso tidak terlihat memimpin sesi latihan timnya di Stadion Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (22/3) pagi.

Ketidakhadirannya dikaitkan dengan isu dirinya hengkang. Padahal, Persisam akan melawan Bontang FC pada laga lanjutan Djarum Liga Super Indonesia, Rabu (24/3).

(ILO/ELD/EKI/EGI/BRO/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau