Jasa pengiriman

PT Pos Fokus Garap Bisnis Jasa Kelola Keuangan

Kompas.com - 23/03/2010, 04:06 WIB

BANDUNG, KOMPAS - PT Pos Indonesia akan fokus menggarap jasa pengelolaan keuangan sebagai alternatif bisnis di luar pengiriman surat dan logistik. Dari target pendapatan sebesar Rp 3 triliun pada 2010, andil dari jasa kelola keuangan tersebut diharapkan mencapai 35 persen atau sekitar Rp 1,05 triliun.

Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana, Senin (22/3), mengatakan itu seusai penandatanganan perpanjangan kerja sama antara PT Pos Indonesia dan PT Asabri (Persero) di Bandung, Jawa Barat.

”Jasa pengelolaan keuangan akan menjadi prioritas pengembangan bisnis PT Pos ke depan. Ini mengingat PT Pos memiliki modal besar, mulai dari infrastruktur hingga sumber daya manusia. Bahkan, kami prediksi, semakin lama share dari jasa pengiriman surat akan turun dan jasa pengelolaan keuangan akan naik,” kata Ketut.

Pada 2009, dari pendapatan PT Pos Rp 2,4 triliun, andil jasa pengelolaan keuangan baru sekitar 31 persen. Sumbangan terbesar masih didominasi jasa pengiriman pos surat, yakni 57 persen atau mencapai Rp 1,36 triliun. ”Seiring penguatan bisnis jasa keuangan, laba perusahaan juga diharapkan meningkat dari Rp 71 miliar pada 2009 menjadi Rp 170 miliar pada 2010,” kata Ketut.

Jasa pengelolaan keuangan yang kini sudah digeluti PT Pos adalah distribusi dana pensiun, pembayaran rekening listrik dan telepon, pembelian tiket transportasi, penyaluran bantuan pemerintah, serta pengiriman remittance tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

Untuk mendukung kinerja jasa pengelolaan keuangan, menurut Ketut, perlu ada pembenahan sistem teknologi informasi yang menyeluruh, mulai dari kantor cabang hingga pusat. Pada 2010, PT Pos menyiapkan dana sekitar Rp 500 miliar sebagai belanja modal perseroan untuk pengembangan sistem teknologi informasi, perbaikan sarana dan prasarana, serta penguatan SDM.

Tahun lalu, PT Pos hanya mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk investasi teknologi. ”Karena layanan kami semakin meningkat, kami juga harus melipatgandakan investasi,” kata Ketut. (gre)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau