Ditanya Gayus Terus, Dirjen Pajak Bosan

Kompas.com - 23/03/2010, 18:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus Gayus Tambunan membuat Direktur Jenderal Pajak M.Tjiptardjo kerepotan. Pasalnya, banyak pewarta yang kemudian memburunya. Pertanyaan yang diajukan pun, seputar perkembangan kasus Gayus. Alhasil, saat diserbu para wartawan di kantornya, Selasa (23/3/2010), Tjiptardjo langsung bisa menebak alur pertanyaan. "Pasti mau tanya Gayus," seru Tjiptardjo yang langsung diiyakan oleh para pemburu berita. Tjiptardjo yang hari ini mengenakan setelan jas ini menyatakan pihaknya masih menelaah kasus ini.

Sepanjang hari, ponsel pria kelahiran Tegal ini tidak henti-hentinya berdering. Beberapa diantara penelepon tersebut adalah para wartawan yang juga menanyakan soal kasus Gayus. Tak urung, saat dihubungi Kompas.com, Dirjen Pajak yang menggantikan Darmin Nasution ini pun menjadi kesal karena terus dicecar soal Gayus.

"Kok tanya ke Dirjennya. Dirjennya ini sibuk, banyak kerjaan. Mbok tanya ke siapa gitu," keluh dia.

Meski demikian, dia berjanji tidak akan melindungi Gayus. Apabila memang terbukti bersalah, Gayus yang baru berusia 30 tahun ini akan langsung dipecat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Ditjen Pajak.

Bisa jadi, kasus Gayus ini menjadi pertaruhan bagi Ditjen Pajak di tengah-tengah gaung program Reformasi Birokrasi yang gencar digalakkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sejak tahun 2008, Kementrian Keuangan memberlakukan Reformasi Birokrasi secara ketat, termasuk Ditjen Pajak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau