Messi Belum Sehebat Pele dan Maradona

Kompas.com - 23/03/2010, 18:12 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com — Mendapat pujian selangit dari banyak orang tak membuat Lionel Messi lupa diri. Striker Barcelona itu menganggap dirinya belum seberapa dibandingkan dengan pemain-pemain legendaris seperti Johan Cruyff atau Diego Maradona.

Setelah Messi mencetak hat-trick dalam dua laga berturut-turut di Liga Spanyol, pujian terus-menerus mengalir untuk pemain 22 tahun itu. Pelatih Josep Guardiola sampai kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kegesitan dan kecerdasan "Si Kutu". Rekan satu timnya, Pedro Rodriguez, menyebut Messi lebih baik dari legenda sepak bola Argentina, Maradona.

Messi juga mulai disebut-sebut sebagai pemain modern yang akan masuk sejarah sepak bola yang pernah diisi oleh pemain legendaris, seperti Alfredo Di Stefano, Pele, Cruyff, dan juga Maradona. Namun, pemain asal Argentina itu menganggap dirinya belum seberapa dibanding para pendahulunya itu. "Untuk menjadi legenda, Anda harus menang Piala Dunia," kata Messi kepada El Mundo.

Penampilan Messi di timnas Argentina memang tak sebaik permainannya di Barca. Andai tim "Tango" gagal meraih kemenangan pada laga-laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2010, Messi mungkin tak akan berangkat ke Afrika Selatan dan ikut turnamen itu untuk kedua kalinya. "Aku baru 22 tahun. Semua terjadi sangat cepat dan kami harus tenang," kata Messi menanggapi pertanyaan soal rekor-rekor lain yang mungkin bakal ia pecahkan.

Karena usianya masih muda, Messi masih bisa mengubah garis hidupnya pad masa mendatang. El Pais mencatat, Messi sudah mencetak 114 gol untuk "Los Cules" dan mengoleksi 13 trofi bersama Barca dan "Albiceleste".

Bandingkan prestasi itu dengan Cruyff, yang mencatat 132 gol pada usia 23 tahun pada 1970, tetapi hanya menghasilkan empat gelar liga dan dua titel Piala KNVB bersama Ajax. Di Stefano, pada umur 23 tahun, mencetak 63 gol dan memenangi dua gelar liga bersama River Plate pada 1945 dan 1947, plus Liga Kolumbias bersama Millonarios pada 1949. Baik Cruyff maupun Di Stefano tak pernah menjuarai Piala Dunia.

Adapun Pele dan Maradona sama-sama pernah menjadi juara dunia. Pada 1963, saat usianya 23, Pele mencatat 305 gol bersama Santos dan sudah dua kali juara dunia. Maradona baru berusia 22 tahun saat memutuskan pindah ke Barcelona dan mencapai sukses setahun kemudian. Ia menjadi tokoh sentral kemenangan Argentina pada Piala Dunia 1986.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau