Suzuki Naikkan Kapasitas Produksi Mesin di India

Kompas.com - 24/03/2010, 08:34 WIB

INDIA, KOMPAS.com - Untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar mobil di India, Suzuki Motor Corp (SMC) akan memperkuat basis produksi. Realisasinya dengan menambah investasi baru senilai 22 miliar yen (sekitar Rp2,21Triliun) untuk menaikkan kapasitas produksi mesin hingga dua kali lipat alias 100 persen menjadi 1 juta unit per tahun.

Pemimpin smc Osamu Suzuki mengatakan, Pabrikan akan meningkatkan kapasitas produksi khususnya untuk mesin seri K. Suzuki juga berencana memperbesar fasilitas riset dan pengembangan di Negeri Sari, seperti dikutip bloomberg (23/3/2010).

Maruti Suzuki India Ltd, selaKu unit usaha SMC sebelumnya sudah mengumumkan akan membelanjakan 17 miliar rupe (sekitar Rp 3,39 triliun) untuk meningkatkan kapasitas sebesar 250.000 unit mobil di pabrik Manesar. Persaingan di India semakin ketat seiring dengan langkah rival seperti, Volkswagen AG, Ford Motor Co, dan General Motors Co mulai menjual mobil kompak baru di kawasan Asia Selatan.

Potensi pasar mobil di India adalah 3 juta unit per tahun yang diprediksi akan tercapai pada 2015 mendatang. Salah satu penggeraknya, mulai dipasarkannya mobil termurah di dunia Tata Nano yang menyasar pada konsumen menengah ke bawah dengan potensi pasar mencapai 50 juta orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau